Sabtu, 8 Agustus Agustus 2026 00:00:00 WIB
Admin
Eksplorasi Pariwisata

📍 Seluruh Destinasi & Objek Wisata

Jelajahi pesona keindahan alam, objek wisata bahari, kebudayaan, dan potensi wisata khas Kabupaten Indragiri Hilir.

Makam Syekh Abdurrahman Siddiq 🏷️ Destinasi Wisata
Indragiri Hilir 30 Jun 2018

Makam Syekh Abdurrahman Siddiq

Tuan Guru Syech Abdurrahman Sidiq atau yang akrab disapa Tuan Guru Sapat merupakan seorang guru agama Islam (Mufti Kerajaan Indragiri) yang cukup tersohor dan banyak memiliki murid yang berasal dari negeri Malaysia, Singapura, Kalimantan, Jambi dan Palembang. Beliau lahir dikampung dalam pagar, Martapura, Kalimantan Selatan pada tahun 1867 M (1284H). Ayahnya bernama Muhammad Afif bin Khadi H. Mahmud dan ibunya bernama Shafura dan beliau merupakan keturunan Ulama besar dari Kalimantan bernama Syekh Arsyad Al-Banjari. Sebelum menetap disapat Indragiri Hilir, Tuan Guru Sapat merantau ke Padang (Sumatera Barat) untuk menemui paman beliau bernama As”ad. Ditanah minang tersebut, beliau menjalankan usaha sebagai penyepuh emas sembari berdakwah ke pelosok-pelosok Sumatera Barat berbekal ilmu agama yang telah didapatkannya di Pesantren sewaktu kecil. Sekitar tahun 1886, Tuan Guru memutuskan berangkat ke mekkah untuk lebih mendalami ilmunya. Setelah tujuh tahun menetap dinegeri padang pasir akhirnya Tuan Guru meminta izin untuk pulang ketanah air dengan alasan ingin mengabdikan ilmunya di kampung halaman dan mendapatkan persetujuan dari birokrasi pendidikan Mekkah, setelah sampai di Kalimantan, beliau memutuskan untuk migrasi ke Sumatera tepatnya ke Bangka Belitung dimana Muhammad Affif (ayah beliau) merantau panajang dinegeri itu. Sekitar tahun 1890-an Tuan Guru tiba disapat, Indragiri Hilir. Migrasinya beliau dari Bangka Belitung ke Indragiri Hilir berdasarkan informasi dari seorang saudagar asal Indragiri Hilir bernama Haji Arsyad bahwa Indragiri Hilir (Sapat) memiliki potensi dan membutuhkan seorang ulama seperti Tuan Guru. Seiring berjalannya waktu, Sultan Indragiri (sewaktu itu Sapat adalah bagian dari wilayahnya) mendapat informasi dari panco Atan (warga Indragiri yang pernah belajar dimekkah) bahwa disapat terdapat seorang ulama besar. Atas informasi tersebutlah, Sultan mengundang Tuan Guru untuk bertemu. Pada perbincangan keduanya, muncullah permintaan Sultan Indragiri agar Tuan Guru bersedia menjadi Mufti yakni seorang ahli agama yang ditugaskan oleh Sultan untuk memenuhi kebutuhan umat Islam khususnya dalam hal perkawinan, mawaris, pengadilan dan perceraian. Namun awalnya, permintaan Sultan tersebut ditolak secara halus oleh Tuan Guru karena alasan masih memiliki tanggung jawab sebagai pengajar dilembaganya yang sebenarnya juga Tuan Guru tidak menyukai akan sebuah jabatan. Akhirnya dengan bujukan Sultan dan demi kepentingan agama diwilayahnya, Tuan Guru bersedia menjadi Mufti dengan syarat diantaranya beliau tetap tinggal di Sapat dan tidak mau menerima gaji dari kerajaan. Permintaan dari Tuan Guru tersebut disetujui oleh pihak istana dan pada tahun 1327 H/1910 M, Tuan Guru diangkat menjadi Mufti Kerajaan Indragiri hingga tahun 1354 H/1935 M. Tidak semata-mata hanya menjadi seorang Mufti, Tuan Guru juga sering pulang pergi menggunakan perahu kecil dari Sapat ke istana Rengat, Indragiri, untuk memberikan pengajian atas permintaan Sultan. Bahkan sebagian pejabat istana pada hari-hari tertentu juga pergi ke Sapat untuk mengikuti majelis ta’lim Tuan Guru. (dikutip dari buku Tuan Guru Sapat karya Abdul Muthalib). Acara haul Tuan Guru Sapat Syech Abdurrahman Siddiq diadakan sebagai bentuk penghormatan atas peran beliau mengembangkan ilmu pendidikan dan pengetahuan agama Islam. Dilaksanakan tiap-tiap tahun bertepatan hari wafatnya Tuan Guru Dapat. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai pelosok nusantara bahkan dari negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Jelajahi Wisata Ini
Air Terjun Tembulon Rusa 🏷️ Destinasi Wisata
Indragiri Hilir 30 Jun 2018

Air Terjun Tembulon Rusa

Secara geografis, Air Terjun Tembulon Ruso tidak jauh terletak dari Air Terjun 86, Sama-sama terletak di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir. Tapi, dibandingkan dengan Air Terjun 86 yang memiliki ketinggian mencapai 30,86 meter, Air Terjun Tembulon Ruso hanya memiliki ketinggian 18 meter dengan kedalam 1.5 meter. Keunikan dari Air Terjun Tembulon Ruso adalah di sisi air terjun terdapat bebatuan yang menyerupai anak tangga untuk mendaki ke atas. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, penamaan Tembulon Ruso di air terjun tersebut karena di wilayah ini selalu menjadi tempat bermain bagi hewan rusa yang dialeg masyarakat setempat menyebutnya RUSO. Selain itu masyarakat menyebutkan bahwa air terjun ini berasal dari Sungai Ngibul dan bermuara ke hilir, tepatnya Sungai Reteh. Bagi Anda pecinta olahraga arum jeram, air terjun ini merupakan tempat yang tepat. Dengan sudut kemiringannya mencapai 45 derajat, tentulah akan membuat suasana arung jeram yang cukup luar biasa yang akan anda dapatkan disana. Apalagi, debit air di kawasan Tembulon Ruso cukup besar. Daya Tarik Air Terjun Tembulon Ruso Arung Jeram Lokasi 2 kilometer sebelah Utara, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning Aksesibilitas Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Kemuning (Jalan darat, ±3 jam) Jambi – Kemuning (Jalan darat, ±4 jam)

Jelajahi Wisata Ini
Pulau Basu 🏷️ Destinasi Wisata
Indragiri Hilir 30 Jun 2018

Pulau Basu

"Pulau Basu" Terletak di pesisir Timur Sumatera, tepatnya di sebuah pulau yang bernama Pulau Basu, Kecamatan Kuala Indragiri / Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, disitulah Danau Mablue berada. Danau yang terbentuk dari kubah gambut (peat dome) melalui proses alami pelapukan gambut di dalam cekungan kubah gambut selama ratusan tahun itu, membuat air Danau Mablue berwarna hitam alami (Natural Black Water Lakes). Keunikan air yang berwarna hitam itu, tidak banyak keberadaanya di dunia. Satu yang diketahui, selain di Pulau Basu danau air hitam itu ada juga di rawa Florida, Amerika Serikat, dan kini telah dijadikan suaka margasatwa. Tapi dengan keunikan ini, Danau Mablue menjadi surga bagi tempat singgah dan berkembang biak burung-burung migran seperti Kedidi Kaki Merah (Tringaps), Kuntul Kecil (Egretta Gorzetta) dan Kuntul Besar (Egretta Alba). Menurut catatan DLH Kabupaten Indragiri Hilir, 2016, kawasan hutan bakau primer disana mencapai luasan ±300 hektar dan hutan bakau sekunder ±2000 hektar. Sedangkan untuk hutan rawa gambut primer mencapai luasan ±200 hektar dan hutan rawa sekunder ±1.500 hektar. Dengan kondisi hutannya yang masih alami itu, maka tak heran di kawasan Pulau Basu berbagai Flora dan Fauna langka serta dilindungi akan dapat kita jumpai disana. Sebut saja dari tumbuh-tumbuhan seperti Bakau-bakauan (Rhizophora Mucronata, Rhizophora Apiculata; Api-api (Avicennia Alba); Nibung, Pinang Merah (Cystostachys Lakka); Terentang (Camnosperma Auriculatum); serta ribuan species belukar, dan bahkan Kantor Semar atau Periuk Beruk (Nepenthes Gracilis) yaitu tumbuhan unik si pemakan seranga. Untuk jenis satwa, khususnya jenis burung, jangan ditanya lagi. Pulau Basu merupakan surga bagi unggas-unggas langka seperti Bangau Tongtong, Ibis Kepala Hitam, Elang Bondol, dan Blekek Asia. Bahkan, Pulau ini merupakan tempat habitat alami dari species Bangau Putih Susu / Wilwo yang hanya tinggal kisaran 5.500 - 6000 ekor saja di dunia. Dan dipercaya, 10% dari jumlah itu, hidup dan berkembang biak di Pulau Basu. Bagaimana, bagi anda pecinta petualangan tentu ini merupakan suatu tantangan untuk berkunjung ke pulau dengan luas 38.500 hektar itu. Untuk mengunjunginya, dari Kota Tembilahan anda dapat sampai kesana hanya dalam waktu 1-1.5 jam saja menggunakan speedboat. Daya Tarik : Danau Mablue Aneka Flora Fauna langka Lokasi : Pulau Basu, Kecamatan Kuindra dan Kecamatan Concong Aksesibilitas : Pekanbaru - Tembilahan (Jalan Darat, 6-7 jam) Jambi - Tembilahan (Jalan Darat, 5-6 jam) Batam - Tembilahan (Speedboat, 4-5 jam) Tembilahan - Sapat (Speedboat, 10 menit)

Jelajahi Wisata Ini
Hutan Mangrove Sungai Asam 🏷️ Destinasi Wisata
Indragiri Hilir 30 Jun 2018

Hutan Mangrove Sungai Asam

Hutan Mangrove atau yang lebih dikenal dengan hutan bakau di Kabupaten Inhil sudah tumbuh dan berkembang dengan sendirinya secara alami.  Seperti diketahui di Indonesia terdapat lebih kurang 79 jenis Mangrove,  60 jenis diperkirakan ada di Kabupaten Indragiri Hilir, khusnya di Pulau Cawan Kecamatan Mandah. 60 persen bakau di Pulau Cawan masih terdapat pohon besar dan beberapa jenis diantaranya tidak terdapat di daerah lain. hamparan bakau dibibir pantai berlumpur ini menjadi keuntungan tersendiri bagi biota Pulau Cawan. Pasalnya, lumpur yang tebal di kawasan bakau saat terjadi pasang surut menjadi sumber bahan makanan bagi aneka jenis spesies laut seperti kerang, udang, aneka ikan langka termasuk pesut. “Disini bersarang pesut, ikan Senonggang yang beratnya mencapai enam kilogram per ekor lalu ada Pari hingga berukuran lima belas kilogram, Untuk dapat sampai di lokasi dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi sungai maupun laut, karena terletak dibagian timur Pulau Sumatera yang merupakan jalur transportasi utama yang menghubungkan Kota Tembilahan (Ibu kota kabupaten Indragiri Hilir). Dari Kota Tembilahan, untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh melalui jalan laut sekitar 1,5 sampai 2 jam. Sedangkan dari Kecamatan Mandah  sekitar 20 sampai 40 menit.

Jelajahi Wisata Ini
Agrowisata Kelapa 🏷️ Destinasi Wisata
Indragiri Hilir 30 Jun 2018

Agrowisata Kelapa

Sensasi Kehidupan Petani di Negeri Hamparan Kelapa Dunia Mulai dari ujung Utara di Kecamatan Pulau Burung hingga ke Selatan di Kecamatan Reteh, perkebunan kelapa merupakan hal yang sangat lazim menjadi pemandangan di Kabupaten Indragiri Hilir. Luas Kebun Kelapa yang mencapai 400 ribu hektar, membuat Indragiri Hilir memang layak mendapat julukan "Negeri Hamparan Kelapa Dunia". Tersebutlah suatu tempat bernama Parit Tanjung Pasir, Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling. Di kampung yang berjarak tak sampai 1 jam dari Kota Tembilahan ibukota Kabupaten Indragiri Hilir itu, terhampar subur, menghijau tinggi, kebun-kebun kelapa masyarakat. Maka tak heranlah pula, kampung ini terpilih menjadi lokasi Field Trip pada Festival Kelapa Internasional, September 2017 lalu. Di lokasi yang kini terkenal ke suluruh dunia itu, kita dapat menyaksikan kehidupan tradisional masyarakat petani kelapa Indragiri Hilir. Tak cuma itu saja, kita bahkan juga bisa merasakan dan mengikuti langsung proses pemanenan kelapa hingga diolah menjadi kopra dan layak dijual ke luar negeri yang tak akan mudah kita temukan ditempat-tempat lain di dunia. Keringat yang mungkin anda keluarkan dalam mengikuti seluruh proses itu, tentu saja akan disuguhi dengan manisnya buah kelapa-kelapa segar disana. Hmmm.... inilah dia Indragiri Hilir Nan Molek, Negeri Hamparan Kelapa Dunia. Daya Tarik : Perkebunan Kelapa Tradisional Masyarakat Proses Pengusahaan Kelapa mulai dari memanen kelapa, menghilir puluhan ribu kelapa di sungai, mengambung dan menyolak. Sejarah Singkat : Perkebunan kelapa rakyat di Tanjung Pidada merupakan lokasi Field Trip saat Festival Kelapa Dunia yang menjadikan Indragiri Hilir pada 2017, sebagai Tuan Rumah. Di lokasi ini kita dapatkan berbagai sensasi agrowisata kehidupan petani kelapa tradisional Inhil. Lokasi : Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling Aksesibilitas : Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Tempuling (Jalan darat, ±1 jam)

Jelajahi Wisata Ini
Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir 🏷️ Destinasi Wisata
Indragiri Hilir 23 Jul 2018

Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir

Tradisi menongkah merupakan wujud semangat Suku Duano menghadapi alam pasang surut Indragiri Hilir. Jikala surut tempas, meninggalkan pantai seresah berlumpur yang luas, disanalah Suku Duano akan menongkah berburu kerang. Mereka berselancar di lumpur dengan menggunakan papan selancar. Dengan mendayungkan kaki dan tangan menolak lumpur agar papan bisa melesit diatas lumpur, disanalah pula kerang-kerang segar siap dikumpulkan. Melalui semangat Suku Duano, kini saban tahun (setiap bulan Juli)Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengadakan Festival Menongkah. Bertempat di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, ribuan masyarakat akan berkunjung menyaksikan festival warisan budaya ini. Sebagai pengunjung, kita pun dapat merasakan bagaimana sensasi selancar lumpur yang diperlombakan disana, sembari mengumpulkan kerang-kerang diatas pantai lumpur yang mempesona. Kita juga dapat ikuti Iven Merapah yakni berlari diatas lumpur.

Jelajahi Wisata Ini
Air Terjun 86 🏷️ Destinasi Wisata
Indragiri Hilir 25 Jul 2018

Air Terjun 86

Air terjun yang memiliki ketinggian 30.86 meter ini dinamakan 86 karena terletak di kilometer 86 JAlan Raya Lintas Timur Sumatera. Air terjun yang masuk di wilayah Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, tepatnya di Dusun Simpang Pendowo, Desa Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, ini merupakan air terjun alami yang berasal dari aliran sungai. Untuk mencapai air terjun 86, pengunjung harus menempuh jarak kurang lebih 20 kilometer dari Selensen dengan kondisi jalan berupa jalan tanah yang hanya dapat dilalui dengan sepeda motor atau kendaraan roda empat sejenis jeep. Menuju kelokasi air, pengunjung harus menuruni anak tangga yang cukup curam. Namun perjuangan tersebut akan terbalas ketika mulai memasuki kawasan. Pengunjung akan dimanjakan dengan suasana alam yang masih asri. Belum lagi mata akan dimanjakan dengan bangunan rumah-rumah penduduk yang berupa rumah adat Melayu yang juga dinamakan Pesanggarahan. Sesampai di lokasi, pengunjung akan bebas mandi dan berenang di kolam air yang terdapat di sana karena cukup dangkal dan jernih. Lokasi yang landai membuat kawasan tersebut cocok untuk camping dan arena outbound. Lokasi Air Terjun 86 yang berada di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, membuat suasana sekitar air terjun ini kaya akan pesona flora dan fauna. Jika anda beruntung, anda akan dapat bertemu dengan burung Kuau (Argusianus argus argus) yang langka. Pesona burung berbulu lentik, apalagi saat menguakkan bulunya itu, tentu menjadi suatu sensasi suasana yang tak kan pernah anda rasakan dimanapun. DAYA TARIK Air Terjun 86 memiliki ketinggian 30.86 meter Pesona alami Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Burung Kuau yang langka LOKASI KM 86 Jalan Raya Lintas Timur Sumatera, Kecamatan Kemuning AKSESIBILITAS Pekanbaru - Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi - Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam - Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan - Kemuning (Jalan darat, ±3 jam) Jambi - Kemuning (Jalan darat, ±4 jam)

Jelajahi Wisata Ini
Ekowisata Solop 🏷️ Destinasi Wisata
Indragiri Hilir 03 Aug 2018

Ekowisata Solop

Berada dipesisir Timur Privinsi Riau, tepatnya di Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), disitulah Ekowisata Solop berada. Kawasan ini merupakan bagian dari seratus ribu lebih hutan mangrove yang ada di inhil, dengan memiliki berbagai pesona alam permai yang dapat memanjakan anda, khususnya bagi yang memiliki jiwa petualang alam bebas. Pertama yang paling dikenal adalah kawasan Pantai Solop. Pantai yang menjadi salah satu andalan destinasi wisata di Bumi Sri Gemilang itu memiliki pantai putih berkilau dengan kepanjangan sekitar 2 kilometer jika air surut dari bibir pantai luasan pantai ini bisa mencapai 500 meter. Tapi yang paling menarik dari pantai ini adalah pasir putihnya. Pasirnya bukanlah pasir biasa melainkan terbentuk dari seresah yakni gundukan beting serpihan dan fosil kulit biota laut, seperti kerang, siput, senteng, lokan dan sebagainya. Seresah ini membuat pemandangan dan suasana Pantai Solop menyajikan keindahan alami dan langka, yang pastinya sulit untuk ditemukan di tempat lain. Apalgi disaat seresah itu diterpa sinar Sang Mentari, membuatnya berkilau-kilau laksana ribuan kristal putih membentang dihamparan pantainya. Kaki anda pun akan dimanjakan oleh seresah saat menyusuri pantai, lalu anda juga dapat bermain-main air disana, berenang, atau pun memacu adrenalin dengan banana boat yang juga tersedia. Paling banyak yang menjadi buruan para pengabadi gambar (fotografer) dari pantai ini adalah menantikan saat-saat terbitnya mentari (sunrise). Jika anda beruntung anda dapat menyaksikan bagaimana si Raja Siang berangkat dari peranduannya dengan merah merona untuk memberikan kehidupan pada dunia dengan sinarnya. Persis di belakng bibir Pantai Seresah Solop, hutan mangrove alami dengan luas sekitar 40 km persegi menanti untuk disusuri. Dengan dua alternatif yakni tracking kering dan tracking basah, hutan mangrove di Kawasan Ekowisata Solop menawarkan berbagai kekayaan flora dan fauna langka khas hutan mangrove. Jenis flora, seperti Teruntum Bunga Putih (Lumnitzera Racemosa), Teruntum Bunga Merah (Lumnitzera Littorea), Piyai (Acrostichum Aureum), Bakau Minyak Atau Daek (Rhizophora Apiculata), Lenggadai (Bruguiera Parviflora), Kedabu (Sonneratia Overate), Tumu (Bruguiera Gymnorrhiza), Perepat (Sonneratia Alba), Nyirih (Xylocarpus Granatum), Nyirih Batu (Xylocarpus Moluccensis), Tengar (Ceriops Tagal), Api-Api (Avicennia), sangat mudah kita temui disana. Dengan menyusuri tracking kering (jerambah), kita akan sangat mudah untuk menyusuri indahnya rerimbunan tumbuhan ini. Khusus jalur tracking kering (jerambah), hal yang paling menawan adalah tracking tersebut membentang sekitar 1500 meter debgab berada persis dibawah rimbunan pohon-pohon bakau alami yang telah tumbuh tinggi menjulang. Akarnya yang saling silang dengan ketinggian mencapai 2 meter, memberikan fenomena unik. Puas menyusuri di dalam rerimbunan pohon bakau itu, persis ditengah hutan menanti pula menara pantau (pandang) setinggi 12 meter. Dari menara yang persis setinggi rimbunnya hutan disana tentu akan memberikan anda sudut pandang berbeda pula. Rimbunnya hutan dikawasan ini memang menjadi syurga pula bagi satwa-satwa liar. Maka jangan heran jika disana kita dengan mudah akan bertemu dengan Elang Bondol, Elang Laut, Bangau Tongtong Dan Monyet-Monyet yang bergelayut dibalik rerimbunan hutan mangrove. Ditengah rerimbunan hutan mangrove di Kawasan Ekowisata Solop, membentang pula satu sungai kecil yang bernama Sungai Kenceng. Inilah tracking basah, track yang disediakan oleh Sang Pencipta Alam. Jika air pasang, menggunakan sampan kecil atau jongkong milik masyarakat, kita dapat menyusuri sungai ini untuk menikmati akar tunjang mangrove yang menjurai terjuntai di kiri kanan sungai. Disana bisa pula untuk mencoba menangkap kepiting bakau atau ketam dengan menggunakan alat tangkap yang bernama pento. Ketam (scylla spp) yang disebut mangrove crab dan mud crab dengan capit atau sepit besar, berkembang biak disela-sela akar tunjang hutan mangrove yang lestari dikawasan ini. Tak cukup sampai disitu, disana bisa pula mencoba bagaimana rasanya mencari Lokan (Polymesoda Expansa) jenis moluska yang kulit dan dagingnya lebih besar dari kerang dara, dilopak antara rerumpunan batang Piyai. Selain itu, coba pula sensasi memungut siput borongan dan siput hisap untuk dimasak dan dinikmati bersama-sama. Bagi anda yang hobi memancing, disini juga merupakan daerah yang pasuntuk anda coba. Siapa tau nasib anda beruntung, rasakan bagaimana sentakan ikan Sembilang (Euristhmus Microceps) yang parasnya serupa ikan Lele dengan sengat patil yang beracun, saat menarik-narik kail anda. Jika belum puas memancing, bisa keluar dari anak sungai ini menuju Kuala Igal, Kuala Pelanduk Dan Kuala Mandah untuk melempar joran menunggu sambaran ikan Senangin, Kakap, Kurau, Senonggang, Pari dan lain sebagainya. Pesona Kawasan Ekowisata Solop dapat ditempuh sekitar 75 menit menggunakan speedboat dari Tembilahan, ibukota Kabupaten Indragiri Hilir. Anda bisa memilih turun di Belingkas yakni ibukota dari Desa Pulau Cawan atau langsung ke Solop yang berjarak tak lebih 5 menit. Pesona unit Ekowisata Solop juga dapat dinikmati di Belingkas. Desa yang menyajikan pantai lumpur yang membentang saat surut tempas, dikala pasang menawarkan pesona lumba–lumba meloncat dari permukaan air, sambil mengeluarkan suara tentang kegembiraan. Dari kampung ini, cahaya senja dengan mentari merah saga kadang kala jingga merona, saat Sang Surya akan kembali ke peraduannya (sunset) dapat pula kita lihat dengan mata kepala. Saat malam menjelang, anda bisa memilih untuk bermalam di Dusun Solop untuk saksikan bulan mengembang di lautan bergelimang cahaya. Untuk menunjang dan memanjakan pengunjung, Kawasan Ekowisata Solop saat ini sudah dilengkapi dengan fasilitas gazebo dan homestay. Sehingga memudahkan para pengunjung untuk sekedar beristirahat atau hendak menginap menikmati keindahan alamnya. Keramah-tamahan warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan siap menyambut pengunjung dengan senyuman. Dan bagi masakan laut (seafood) berupa jenis-jenis kerang yang tidak mudah ditemui di tempat lain. Seperti Siput Sedut, Lokan, Senteng dan sebagainya. Objek Daya Tarik Wisata Pantai Seresah Solop Hutan Mangrove Tracking Way Kering Hutan Mangrove Tracking Way Basah Satwa Unik Pesut Elang Bondol Kuliner Khas Solop Memancing Pari Tumbuhan Laut Profil Pariwisata : Pepohonan Bakau (Mangrove) yang terpadu dengan pasir putih, pasir yang terbentuk dari pecahan kulit hewan dan tumbuhan laut. Lokasi : Pulau Cawan, Kecamatan Mandah Fasilitas Banana Boat Homestay Tracking Mangrove Menara Pantai Pompong Wisata Sampan Wisata Menara Mangrove Speed Boat Wisata Homestay Lanteng Homestay Bambang Homestay Muslim Homestay Suwin Homestay Waktu Kunjungan Ramai : Sabtu, Minggu dan Hari Libur khususnya Lebaran. Aksesibilitas Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Solop (Speedboat, ±90 menit)

Jelajahi Wisata Ini
Bukit Condong 🏷️ Destinasi Wisata
Indragiri Hilir 07 Jun 2021

Bukit Condong

Bukit Condong merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang terletak di Kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Kawasan ini berbatasan antara Provinsi Riau dan Jambi. Area Bukit Condong berada dikawasan penyangga  inti TNBT yang memiliki keanekaragaman hayati  puluhan bukit dan pematang disekitarnya, Bukit Condong merupakan puncak tertinggi berada di ketinggian 450 MDPL (meter diatas permukaan laut ) Bukit condong dikelilingi dengan pohon yang berusia ratusan tahun, selain menyimpan keanekaragaman hayati hutan hujan tropis dataran rendah, daerah ini merupakan habitat asli satwa liar dilindungi  serperti tapir, siamang (ungko), burung kuau, simpai dan berbagai satwa lain Tak jauh dari bukit condong sekitar 400 meter dari camping ground bukit condong terdapat air terjun selensen salak yang merupakan bagian dari aliran sungai selensen salak dengan mata air berasal dari bukit condong, Anda akan dimanjakan keindahan pesona matahari terbit (sunrise) dengan ditemani selimut kabut seakan kita sedang berada Negeri diatas awan. Tak hanya sunrise, keindahan rona matahari terbenam (sunset) juga menawan. Camping ground bukit condong sendiri bukan merupakan puncak tertinggi dari kawasan bukit condong, total ada sembilan tingkatan lagi menuju puncak bukit condong dengan menawarkan keindahan tersendiri untuk tiap tingkatan ketinggian DAYA TARIK  Camping di Alam Terbuka di Gugusan Bukit Condong Mendaki Gugusan Bukit Condong menuju titik 450 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) Sunrise dan Sunset Sensasi berada di “NEGERI DI ATAS AWAN” Air Terjun Selensen Salak yang memiliki dinding batu setingggi sekitar 20 meter di kaki Bukit Condong Hutan alam tropis basah kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT). Suara Alam dari satwa liar antara lain Ungko atau Siamang dan suara burung yang saling bersahutan LOKASI Kelurahan Selensen Kecamatan Kemuning AKSESIBILITAS Pekanbaru - Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi - Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam - Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan - Kemuning (Jalan darat, ±3 jam) Jambi - Kemuning (Jalan darat, ±4 jam)

Jelajahi Wisata Ini

Hotline Pariwisata Inhil

Online | Siap Membantu

Pusat Informasi & Layanan Wisata

Chat Whatsapp Sekarang