🌴 Destinasi Wisata
Makam Syekh Abdurrahman Siddiq
Tuan Guru Syech Abdurrahman Sidiq atau yang akrab disapa Tuan Guru Sapat merupakan seorang guru agama Islam (Mufti Kerajaan Indragiri) yang cukup tersohor dan banyak memiliki murid yang berasal dari negeri Malaysia, Singapura, Kalimantan, Jambi dan Palembang. Beliau lahir dikampung dalam pagar, Martapura, Kalimantan Selatan pada tahun 1867 M (1284H). Ayahnya bernama Muhammad Afif bin Khadi H. Mahmud dan ibunya bernama Shafura dan beliau merupakan keturunan Ulama besar dari Kalimantan bernama Syekh Arsyad Al-Banjari. Sebelum menetap disapat Indragiri Hilir, Tuan Guru Sapat merantau ke Padang (Sumatera Barat) untuk menemui paman beliau bernama As”ad. Ditanah minang tersebut, beliau menjalankan usaha sebagai penyepuh emas sembari berdakwah ke pelosok-pelosok Sumatera Barat berbekal ilmu agama yang telah didapatkannya di Pesantren sewaktu kecil. Sekitar tahun 1886, Tuan Guru memutuskan berangkat ke mekkah untuk lebih mendalami ilmunya. Setelah tujuh tahun menetap dinegeri padang pasir akhirnya Tuan Guru meminta izin untuk pulang ketanah air dengan alasan ingin mengabdikan ilmunya di kampung halaman dan mendapatkan persetujuan dari birokrasi pendidikan Mekkah, setelah sampai di Kalimantan, beliau memutuskan untuk migrasi ke Sumatera tepatnya ke Bangka Belitung dimana Muhammad Affif (ayah beliau) merantau panajang dinegeri itu. Sekitar tahun 1890-an Tuan Guru tiba disapat, Indragiri Hilir. Migrasinya beliau dari Bangka Belitung ke Indragiri Hilir berdasarkan informasi dari seorang saudagar asal Indragiri Hilir bernama Haji Arsyad bahwa Indragiri Hilir (Sapat) memiliki potensi dan membutuhkan seorang ulama seperti Tuan Guru. Seiring berjalannya waktu, Sultan Indragiri (sewaktu itu Sapat adalah bagian dari wilayahnya) mendapat informasi dari panco Atan (warga Indragiri yang pernah belajar dimekkah) bahwa disapat terdapat seorang ulama besar. Atas informasi tersebutlah, Sultan mengundang Tuan Guru untuk bertemu. Pada perbincangan keduanya, muncullah permintaan Sultan Indragiri agar Tuan Guru bersedia menjadi Mufti yakni seorang ahli agama yang ditugaskan oleh Sultan untuk memenuhi kebutuhan umat Islam khususnya dalam hal perkawinan, mawaris, pengadilan dan perceraian. Namun awalnya, permintaan Sultan tersebut ditolak secara halus oleh Tuan Guru karena alasan masih memiliki tanggung jawab sebagai pengajar dilembaganya yang sebenarnya juga Tuan Guru tidak menyukai akan sebuah jabatan. Akhirnya dengan bujukan Sultan dan demi kepentingan agama diwilayahnya, Tuan Guru bersedia menjadi Mufti dengan syarat diantaranya beliau tetap tinggal di Sapat dan tidak mau menerima gaji dari kerajaan. Permintaan dari Tuan Guru tersebut disetujui oleh pihak istana dan pada tahun 1327 H/1910 M, Tuan Guru diangkat menjadi Mufti Kerajaan Indragiri hingga tahun 1354 H/1935 M. Tidak semata-mata hanya menjadi seorang Mufti, Tuan Guru juga sering pulang pergi menggunakan perahu kecil dari Sapat ke istana Rengat, Indragiri, untuk memberikan pengajian atas permintaan Sultan. Bahkan sebagian pejabat istana pada hari-hari tertentu juga pergi ke Sapat untuk mengikuti majelis ta’lim Tuan Guru. (dikutip dari buku Tuan Guru Sapat karya Abdul Muthalib). Acara haul Tuan Guru Sapat Syech Abdurrahman Siddiq diadakan sebagai bentuk penghormatan atas peran beliau mengembangkan ilmu pendidikan dan pengetahuan agama Islam. Dilaksanakan tiap-tiap tahun bertepatan hari wafatnya Tuan Guru Dapat. Acara tersebut dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai pelosok nusantara bahkan dari negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.
Air Terjun Tembulon Rusa
Secara geografis, Air Terjun Tembulon Ruso tidak jauh terletak dari Air Terjun 86, Sama-sama terletak di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir. Tapi, dibandingkan dengan Air Terjun 86 yang memiliki ketinggian mencapai 30,86 meter, Air Terjun Tembulon Ruso hanya memiliki ketinggian 18 meter dengan kedalam 1.5 meter. Keunikan dari Air Terjun Tembulon Ruso adalah di sisi air terjun terdapat bebatuan yang menyerupai anak tangga untuk mendaki ke atas. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, penamaan Tembulon Ruso di air terjun tersebut karena di wilayah ini selalu menjadi tempat bermain bagi hewan rusa yang dialeg masyarakat setempat menyebutnya RUSO. Selain itu masyarakat menyebutkan bahwa air terjun ini berasal dari Sungai Ngibul dan bermuara ke hilir, tepatnya Sungai Reteh. Bagi Anda pecinta olahraga arum jeram, air terjun ini merupakan tempat yang tepat. Dengan sudut kemiringannya mencapai 45 derajat, tentulah akan membuat suasana arung jeram yang cukup luar biasa yang akan anda dapatkan disana. Apalagi, debit air di kawasan Tembulon Ruso cukup besar. Daya Tarik Air Terjun Tembulon Ruso Arung Jeram Lokasi 2 kilometer sebelah Utara, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning Aksesibilitas Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Kemuning (Jalan darat, ±3 jam) Jambi – Kemuning (Jalan darat, ±4 jam)
Pulau Basu
"Pulau Basu" Terletak di pesisir Timur Sumatera, tepatnya di sebuah pulau yang bernama Pulau Basu, Kecamatan Kuala Indragiri / Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, disitulah Danau Mablue berada. Danau yang terbentuk dari kubah gambut (peat dome) melalui proses alami pelapukan gambut di dalam cekungan kubah gambut selama ratusan tahun itu, membuat air Danau Mablue berwarna hitam alami (Natural Black Water Lakes). Keunikan air yang berwarna hitam itu, tidak banyak keberadaanya di dunia. Satu yang diketahui, selain di Pulau Basu danau air hitam itu ada juga di rawa Florida, Amerika Serikat, dan kini telah dijadikan suaka margasatwa. Tapi dengan keunikan ini, Danau Mablue menjadi surga bagi tempat singgah dan berkembang biak burung-burung migran seperti Kedidi Kaki Merah (Tringaps), Kuntul Kecil (Egretta Gorzetta) dan Kuntul Besar (Egretta Alba). Menurut catatan DLH Kabupaten Indragiri Hilir, 2016, kawasan hutan bakau primer disana mencapai luasan ±300 hektar dan hutan bakau sekunder ±2000 hektar. Sedangkan untuk hutan rawa gambut primer mencapai luasan ±200 hektar dan hutan rawa sekunder ±1.500 hektar. Dengan kondisi hutannya yang masih alami itu, maka tak heran di kawasan Pulau Basu berbagai Flora dan Fauna langka serta dilindungi akan dapat kita jumpai disana. Sebut saja dari tumbuh-tumbuhan seperti Bakau-bakauan (Rhizophora Mucronata, Rhizophora Apiculata; Api-api (Avicennia Alba); Nibung, Pinang Merah (Cystostachys Lakka); Terentang (Camnosperma Auriculatum); serta ribuan species belukar, dan bahkan Kantor Semar atau Periuk Beruk (Nepenthes Gracilis) yaitu tumbuhan unik si pemakan seranga. Untuk jenis satwa, khususnya jenis burung, jangan ditanya lagi. Pulau Basu merupakan surga bagi unggas-unggas langka seperti Bangau Tongtong, Ibis Kepala Hitam, Elang Bondol, dan Blekek Asia. Bahkan, Pulau ini merupakan tempat habitat alami dari species Bangau Putih Susu / Wilwo yang hanya tinggal kisaran 5.500 - 6000 ekor saja di dunia. Dan dipercaya, 10% dari jumlah itu, hidup dan berkembang biak di Pulau Basu. Bagaimana, bagi anda pecinta petualangan tentu ini merupakan suatu tantangan untuk berkunjung ke pulau dengan luas 38.500 hektar itu. Untuk mengunjunginya, dari Kota Tembilahan anda dapat sampai kesana hanya dalam waktu 1-1.5 jam saja menggunakan speedboat. Daya Tarik : Danau Mablue Aneka Flora Fauna langka Lokasi : Pulau Basu, Kecamatan Kuindra dan Kecamatan Concong Aksesibilitas : Pekanbaru - Tembilahan (Jalan Darat, 6-7 jam) Jambi - Tembilahan (Jalan Darat, 5-6 jam) Batam - Tembilahan (Speedboat, 4-5 jam) Tembilahan - Sapat (Speedboat, 10 menit)
Hutan Mangrove Sungai Asam
Hutan Mangrove atau yang lebih dikenal dengan hutan bakau di Kabupaten Inhil sudah tumbuh dan berkembang dengan sendirinya secara alami. Seperti diketahui di Indonesia terdapat lebih kurang 79 jenis Mangrove, 60 jenis diperkirakan ada di Kabupaten Indragiri Hilir, khusnya di Pulau Cawan Kecamatan Mandah. 60 persen bakau di Pulau Cawan masih terdapat pohon besar dan beberapa jenis diantaranya tidak terdapat di daerah lain. hamparan bakau dibibir pantai berlumpur ini menjadi keuntungan tersendiri bagi biota Pulau Cawan. Pasalnya, lumpur yang tebal di kawasan bakau saat terjadi pasang surut menjadi sumber bahan makanan bagi aneka jenis spesies laut seperti kerang, udang, aneka ikan langka termasuk pesut. “Disini bersarang pesut, ikan Senonggang yang beratnya mencapai enam kilogram per ekor lalu ada Pari hingga berukuran lima belas kilogram, Untuk dapat sampai di lokasi dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi sungai maupun laut, karena terletak dibagian timur Pulau Sumatera yang merupakan jalur transportasi utama yang menghubungkan Kota Tembilahan (Ibu kota kabupaten Indragiri Hilir). Dari Kota Tembilahan, untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh melalui jalan laut sekitar 1,5 sampai 2 jam. Sedangkan dari Kecamatan Mandah sekitar 20 sampai 40 menit.
Agrowisata Kelapa
Sensasi Kehidupan Petani di Negeri Hamparan Kelapa Dunia Mulai dari ujung Utara di Kecamatan Pulau Burung hingga ke Selatan di Kecamatan Reteh, perkebunan kelapa merupakan hal yang sangat lazim menjadi pemandangan di Kabupaten Indragiri Hilir. Luas Kebun Kelapa yang mencapai 400 ribu hektar, membuat Indragiri Hilir memang layak mendapat julukan "Negeri Hamparan Kelapa Dunia". Tersebutlah suatu tempat bernama Parit Tanjung Pasir, Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling. Di kampung yang berjarak tak sampai 1 jam dari Kota Tembilahan ibukota Kabupaten Indragiri Hilir itu, terhampar subur, menghijau tinggi, kebun-kebun kelapa masyarakat. Maka tak heranlah pula, kampung ini terpilih menjadi lokasi Field Trip pada Festival Kelapa Internasional, September 2017 lalu. Di lokasi yang kini terkenal ke suluruh dunia itu, kita dapat menyaksikan kehidupan tradisional masyarakat petani kelapa Indragiri Hilir. Tak cuma itu saja, kita bahkan juga bisa merasakan dan mengikuti langsung proses pemanenan kelapa hingga diolah menjadi kopra dan layak dijual ke luar negeri yang tak akan mudah kita temukan ditempat-tempat lain di dunia. Keringat yang mungkin anda keluarkan dalam mengikuti seluruh proses itu, tentu saja akan disuguhi dengan manisnya buah kelapa-kelapa segar disana. Hmmm.... inilah dia Indragiri Hilir Nan Molek, Negeri Hamparan Kelapa Dunia. Daya Tarik : Perkebunan Kelapa Tradisional Masyarakat Proses Pengusahaan Kelapa mulai dari memanen kelapa, menghilir puluhan ribu kelapa di sungai, mengambung dan menyolak. Sejarah Singkat : Perkebunan kelapa rakyat di Tanjung Pidada merupakan lokasi Field Trip saat Festival Kelapa Dunia yang menjadikan Indragiri Hilir pada 2017, sebagai Tuan Rumah. Di lokasi ini kita dapatkan berbagai sensasi agrowisata kehidupan petani kelapa tradisional Inhil. Lokasi : Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling Aksesibilitas : Pekanbaru – Tembilahan (Jalan darat, 6-7 jam) Jambi – Tembilahan (Jalan darat, 5-6 jam) Batam – Tembilahan (Jalan laut, 4-5 jam) Tembilahan – Tempuling (Jalan darat, ±1 jam)
Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir
Tradisi menongkah merupakan wujud semangat Suku Duano menghadapi alam pasang surut Indragiri Hilir. Jikala surut tempas, meninggalkan pantai seresah berlumpur yang luas, disanalah Suku Duano akan menongkah berburu kerang. Mereka berselancar di lumpur dengan menggunakan papan selancar. Dengan mendayungkan kaki dan tangan menolak lumpur agar papan bisa melesit diatas lumpur, disanalah pula kerang-kerang segar siap dikumpulkan. Melalui semangat Suku Duano, kini saban tahun (setiap bulan Juli)Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mengadakan Festival Menongkah. Bertempat di Pantai Bidari, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, ribuan masyarakat akan berkunjung menyaksikan festival warisan budaya ini. Sebagai pengunjung, kita pun dapat merasakan bagaimana sensasi selancar lumpur yang diperlombakan disana, sembari mengumpulkan kerang-kerang diatas pantai lumpur yang mempesona. Kita juga dapat ikuti Iven Merapah yakni berlari diatas lumpur.
Indragiri Hilir… Inilah Kabupaten yang berada di Selatan Provinsi Riau terletak di pesisir Timur Pulau Sumatera. Kabupaten Indragiri Hilir berbatas di Utara dengan Kabupaten Pelalawan, di Selatan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi, di Timur dengan Kabupaten Kepulauan Lingga dan Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau dan di Barat dengan Kabupaten Indragiri Hulu. Tembilahan sebagai Ibukota Kabupaten Indragiri Hilir yang berada di tepian aliran Sungai Indragiri.
Dengan Julukan Negeri Seribu Parit, Negeri Hamparan Kelapa Dunia, Indragiri Hilir memiliki berbagai Daya Tarik Wisata yang patut untuk dikunjungi. Bentang alam Hutan Mangrove berpadu dengan pantai lumpur serta hamparan Perkebunan Kelapa menjadi keunikan yang berpadu dengan budaya masyarakat Melayu yang bersebati dengan ragam budaya suku bangsa yang hidup berdampingan sejak berabad-abad yang lalu. Sehingga ketika berkunjung ke Indragiri Hilir Anda merasakan suasana kehangatan persaudaraan.
📰 Berita & Artikel Terkini
Rapat Koordinasi Persiapan UMKM Expo & Pameran Ekraf Inhil 2025 Digelar Bersama Lintas Instansi
Tembilahan — Senin, 17 November 2025. Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Inhil, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtri) Inhil, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Inhil melaksanakan rapat koordinasi lintas instansi dalam rangka persiapan pelaksanaan UMKM Expo & Pameran Ekraf Inhil 2025 yang akan berlangsung pada 10–16 Desember 2025 di kawasan Engku Kelana, Tembilahan. Rapat berlangsung di Pondok Indragiri dan dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing instansi yang terlibat. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi, membahas pembagian tugas, serta memastikan kesiapan seluruh pihak dalam mendukung terselenggaranya kegiatan besar ini. Disparporabud Inhil, Disdagtri Inhil, dan DPMPTSP Inhil menyampaikan dukungan serta langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan bersama. Melalui rapat ini, seluruh instansi sepakat untuk memperkuat kolaborasi demi memaksimalkan kualitas kegiatan, meningkatkan partisipasi pelaku usaha, dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Kegiatan UMKM Expo & Pameran Ekraf Inhil 2025 diharapkan menjadi momentum besar dalam memajukan UMKM, memperkenalkan produk kreatif, serta meningkatkan daya saing pelaku ekonomi lokal di Kabupaten Indragiri Hilir.
Spirit Tahun Baru Islam, Istighotsah Event Wisata Religi Gema Muharram 1447 H/ 2025 H
Indragiri Hilir – Sebagai bagian dari rangkaian Event Wisata Religi Gema Muharram 1447 H, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Istighotsah Akbar pada Ahad, 6 Juli 2025, bertempat di Lapangan Gajah Mada Tembilahan. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Riau, anggota DPRD Provinsi Riau, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Bupati Indragiri Hilir, unsur Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, serta para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tausiyah dan doa bersama. Istighotsah ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus harapan masyarakat untuk mengawali tahun baru Islam 1447 H dengan keberkahan, kedamaian, dan keselamatan bagi daerah serta bangsa. Dalam sambutannya, Bupati Indragiri Hilir menyampaikan bahwa Gema Muharram bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi momentum spiritual untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat. "Melalui kegiatan ini, kita berharap semangat hijrah dan semangat kebersamaan umat dapat terus terjaga dalam membangun daerah yang religius dan berdaya saing," ujar Bupati. Sementara itu, Gubernur Riau dalam kesempatan yang sama mengapresiasi konsistensi Kabupaten Indragiri Hilir dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang sarat nilai spiritual dan sosial, serta menjadi contoh pelestarian budaya Islam di Bumi Melayu. Acara Istighotsah ini menjadi pembuka dari serangkaian kegiatan Gema Muharram 1447 H, yang akan berlangsung sepanjang bulan Muharram dan diisi dengan berbagai lomba keagamaan, seni Islami, hingga kegiatan sosial keumatan lainnya.
Lomba Al-Barzanji Gema Muharram 1447 H Resmi Ditutup, Kadis Parporabud Inhil Apresiasi Semangat Peserta
Indragiri Hilir – Lomba Al-Barzanji dalam rangka Event Wisata Religi Gema Muharram 1447 H resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Indragiri Hilir, Qudri Ramaputera, SH, MH, pada Jumat (04/07/2025) di Lapangan Gajah Mada Tembilahan. Acara penutupan berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi penutup rangkaian kegiatan lomba yang mengangkat nilai-nilai syiar Islam dan tradisi keagamaan masyarakat. Dalam sambutannya, Qudri Ramaputera mengapresiasi semangat dan antusiasme seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba Al-Barzanji. Ia menilai bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya keislaman yang kental dalam masyarakat Indragiri Hilir. Penutupan lomba ditandai dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada para juara. Suasana haru dan bahagia mewarnai momen tersebut, diiringi lantunan sholawat yang menggema di lokasi acara. Event Wisata Religi Gema Muharram 1447 H ini diharapkan menjadi momentum dalam membangkitkan semangat keislaman dan mempererat ukhuwah di tengah masyarakat Indragiri Hilir, sekaligus memperkaya khazanah budaya Islam yang tumbuh subur di bumi Sri Gemilang.
Pembukaan Lomba Al Barzanji Event Wisata Religi Gema Muharram 1447 H / 2025 M
Kabid Pariwisata Disparporabud membuka lomba seni bernuansa islami Pembacaan Barzanji di Lapangan Gajah mada Tembilahan, Kamis malam (03/07/2025). Lomba ini diikuti oleh 13 grup selama 2 hari yaitu tanggal 3 - 4 Juli 2025 di Lapangan Gajah Mada Tembilahan. Selain Lomba Al Barzaji, terdapat juga Pameran Ekonomi Kreatif di Lapangan Gajah Mada Tembilahan dengan menampilkan berbagai macam produk makanan dan minuman, batik tradisional dan sebagainya
Doa Peralihan Tahun Menjadi Momentum Spiritualitas di Gema Muharram 1447 H
Masjid Agung Al-Huda Tembilahan, Kamis, 26 Juni 2025 —Dalam suasana penuh kekhusyukan, peringatan Doa Akhir Tahun 1446 H dan Awal Tahun 1447 H digelar di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan sebagai bagian dari rangkaian Event Wisata Religi Gema Muharram 1447 H. Acara ini menjadi momentum spiritual yang menggugah kesadaran umat untuk melakukan introspeksi dan memperkuat tekad dalam menapaki tahun baru hijriah. Kegiatan diawali dengan pembacaan Doa Akhir Tahun yang dilaksanakan menjelang waktu Maghrib, dilanjutkan dengan shalat berjamaah, dan kemudian pembacaan Doa Awal Tahun setelah waktu Maghrib tiba. Suasana religius terasa begitu kental dengan lantunan doa-doa yang dipanjatkan oleh para tokoh agama, diiringi kehadiran jamaah yang memadati Masjid Agung Al-Huda. Momen ini tak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai pengingat untuk memulai tahun baru dengan semangat hijrah, memperbaiki diri, serta memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda Kabupaten Indragiri Hilir. Kehadiran mereka memperlihatkan komitmen bersama dalam menjadikan Gema Muharram bukan hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual dan sosial kemasyarakatan. Dengan tema besar “Hijrah Menuju Kebaikan”, peringatan doa peralihan tahun ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat baru dalam membangun karakter masyarakat yang religius, berakhlak, dan berbudaya.
Bupati Indragiri Hilir Buka Turnamen Voli Kapolres Inhil Cup IV Tahun 2025
Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-79, Bupati Indragiri Hilir yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Inhil, Qudri Ramaputera, SH, MH, secara resmi membuka Turnamen Volleyball Kapolres Inhil Cup IV Tahun 2025, Selasa, 17 Juni 2025. Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Wakapolres Inhil, Wakil Ketua DPRD Indragiri Hilir, Ketua dan pengurus KONI Indragiri Hilir, Ketua Umum PBVSI Indragiri Hilir, PT Pulau Sambu, serta Bhayangkari Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam sambutannya Bupati Indragiri Hilir yang dibacakan oleh Qudri Ramaputera, SH, MH mengatakan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyambut baik, mendukung dan sangat mengapresiasi atas digelarnya turnamen volleyball kapolres Inhil cup IV tahun 2025 dalam rangka memeringati HUT Bhayangkara ke-79 ini. "Melalui turnamen kita ini bisa menemukan pemain ataupun atlet bola voli yang handal, unggul, berbakat dan mempunyai kemampuan yang mumpuni, sehingga kedepannya juga dapat diikutsertakan dalam turnamen bola voli di tingkat yang lebih tinggi" ujarnya. Untuk diketahui turnamen ini diikuti oleh jajaran Polres, Dinas Instansi lainnya dan masyarakat umum. "Bupati Inhil berpesan kepada peserta agar dapat mengikuti turnamen bola voli kapolres Inhil cup IV tahun 2025 ini dengan sebaik-baiknya gunakan bakat dan kemampuan yang dimiliki dengan penuh semangat dan maksimal demi meraih prestasi yang setinggi-tingginya" tutup Qudri Ramaputera, SH, MH.
Dari hamparan kelapa yang tak bertepi hingga denyut budaya Melayu...
Inhil mengajakmu menyusuri pengalaman yang hidup, hangat, dan tak terlupakan.

