Rabu, 23 September September 2026 00:00:00 WIB
Admin

📰 Berita & Warta Terkini

Informasi terbaru seputar perkembangan pariwisata, kegiatan daerah, dan warta Indragiri Hilir

Pengurus GenPI Inhil Periode 2021-2023 Resmi Dilantik 🏷️ Pariwisata & Budaya
29 Jul 2021

Pengurus GenPI Inhil Periode 2021-2023 Resmi Dilantik

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pelantikan pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Inhil periode 2021-2023 di Aula Hotel Inhil Pratama, Jalan Guru Hasan, Tembilahan, Rabu (28/07/2021). Prosesi pelantikan oleh Ketua GenPI Provinsi Riau itu tampak dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil Afrizal, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Inhil Tantawi Jauhari, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Inhil Mukhtar T, Kepala Disparporabud Inhil Junaidy, dan sejumlah pejabat eselon Pemkab Inhil lainnya. Sekda dalam sambutannya mengatakan, pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Disparporabud kabupaten Inhil yang mana merangkul generasi muda yang memiliki gemar mengeksplor Pesona wisata yang ada di Inhil. Dia juga menuturkan, dengan adanya GenPI di Kabupaten Inhil ini diharapkan mampu mengundang wisata lokal hingga internasional serta mampu menggerakkan potensi potensi yang ada di Inhil. Dan ini akan menjadi tugas GenPI agar wisata yang ada di Inhil agar bisa terekspos dan memperkenalkan tempat wisata. "Salah satu tempat yang akan kita kembang serta memperlihatkan budaya kita supaya bisa meningkatkan ekonomi wisata yang ada di Inhil. Seperti tempat wisata Pantai Solop, Pantai Mablu, Bukit Condong dan lainnya," ucapnya. Sementara itu, Kepala Disparporabud Kabupaten Inhil, Junaidy mengatakan bahwa dasar pembentukan GenPI di Inhil merupakan sebuah kesempatan yang baik dalam membantu mengeksplorasi objek-objek wisata. Tentu saja secara bersama dari GenPI pusat dengan yang ada di daerah. Jadi maksud dan tujuannya ialah untuk mengeksplorasi melalui suatu media yang berminat dalam mengeksplorasi tempat-tempat yang memang sudah sepatutnya diekspos serta diketahui oleh masyarakat luar daerah hingga luar negara. "Jadi kita telah melakukan rapat untuk para penggiat agar bisa mempromosikan tempat-tempat kita dan ini tentunya butuh kerja sama dari media sosial baik itu online maupun media yang lain. Karena, saat ini kami fokus dan mengembangkan di salah satu tempat wisata yang ada di Bukit Condong dan berharap ini mampu menarik para wisatawan agar tertarik datang ke tempat kita," sebutnya. Lebih lanjut, dengan dilantiknya GenPI ini, maka diyakini mampu memberikan kontribusi dalam mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di daerah hamparan kelapa dunia serta mampu membawa sanak keluarganya untuk menikmati suasana alam yang indah. "Untuk itu mari sama-sama kita ekspos tempat-tempat wisata kita dan memperlihatkan budaya yang membuat para wisatawan tertarik untuk datang ke Kabupaten Inhil," imbuhnya. Selain itu, Ketua Umum GenPI Provinsi Riau Tanti Eka Sari berharap, semoga dengan keberadaan GenPI ini mampu memberikan manfaat untuk mengeksplorasi tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Inhil. "Jujur, saya sangat bangga melihat kekompakan pemerintah daerah dalam mendukung serta memberikan dukungan kepada GenPI yang ada di Inhil. Pesan saya, teruslah berkolaborasi untuk membuat kontes yang positif dalam memperkenalkan pesona alam yang ada di Inhil," tuturnya. (sumber : Transmediariau.com)

Baca Selengkapnya
Satu Putra Inhil Dinyatakan Lulus Seleksi Paskibraka Nasional 2021 🏷️ Pariwisata & Budaya
25 May 2021

Satu Putra Inhil Dinyatakan Lulus Seleksi Paskibraka Nasional 2021

Satu putra Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan lulus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2021 di Istana Negara. Informasi itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Inhil, Junaidy, S.Sos, M.Si melalui Kabid Kepemudaan, Andy Hirfandy, ST usai mendampingi selama proses seleksi, Ahad (23/5/2021). "Dia (putra terbaik yang lulus seleksi Paskibraka tingkat nasional 2021, red) ada Hervi Shendyka Wiratama kelahiran Tembilahan, 4 Oktober 2005," kata Andy. Andy menjelaskan, Siswa SMAN 1 Tembilahan Hulu putra dari pasangan Herry Indrawan dan Evi Siswanti ini akan mewakili Riau bersama putri terbaik dari Rohul yang juga dinyatakan lulus seleksi. Sebagaimana diketahui, seleksi Paskibraka tingkat nasional tahun 2021 tersebut berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 19 Mei sampai 22 Mei 2021 di Prime Park Hotel Pekanbaru. Menurutnya, prestasi ini merupakan prestasi yang membanggakan yang juga pernah diraih. Sebab sebelumnya, putra terbaik Inhil juga pernah mewakili Riau di tingkat nasional 14 tahun yang lalu, tepat pada tahun 2007. Selain Hervi Shendyka Wiratama, Andy juga menyebutkan 3 nama perwakilan Inhil lainnya yakni M. Zacky Fahrezi (Siswa SMAN 1 Tembilahan Hulu), Khana'ah Putri Andini (Siswi SMAN 1 Tembilahan) dan Amelia Suryani (Siswi SMAN 1 Tembilahan). Namun ketiga nama ini adalah peserta seleksi yang dinyatakan lulus mewakili Inhil untuk Paskibraka tingkat Provinsi Riau tahun 2021. "Untuk jadwal latihan Paskibraka di tingkat nasional diperkirakan pertengahan Juli di Jakarta, sedangkan tingkat provinsi diakhir bulan Juli 2021 di Pekanbaru," tutupnya.  (sumber: transmediariau.com)

Baca Selengkapnya
Kabupaten Indragiri Hilir Menerima Penghargaan Seroja Award Kategori Ekowisata Terpopuler 🏷️ Pariwisata & Budaya
13 Apr 2021

Kabupaten Indragiri Hilir Menerima Penghargaan Seroja Award Kategori Ekowisata Terpopuler

Pekanbaru, Bupati Indragiri Hilir Drs. H. M. Wardan menghadiri acara peluncuran kalender event pariwisata (COE), Aplikasi JEMARI (Jendela Informasi Pariwisata Riau) dan Anugerah Pariwisata Riau 2021, bertempat di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin (Komplek Bandar Seni Raja Ali Haji, Purna MTQ) jalan Jendral Sudirman, Minggu 11 April 2021, Malam. Acara yang mengangkat tema Riau Reborn ini merupakan terobosan dalam rangka pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata. Pada peluncuran COE, JEMARI dan Anugerah Pariwisata Riau yang di buka oleh Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar tersebut, Bupati Inhil Drs. H. M Wardan didampingi oleh kadis parporabud Inhil Junaidy, S.Sos, M.Si. Dalam sambutannya Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar menyambut baik adanya inovasi dan kreatifitas dalam memajukan pariwisata melalui event-event dan aplikasi yang ada di Provinsi Riau. Sementara itu, Bupati Inhil Drs. H. M. Wardan yang dijumpai setelah acara selesai mengatakan sesuai arahan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif Republik Indonesia, bahwa pada saat ini kunjungan pariwisata masih fokus pada wisatawan lokal, kita belum bisa berharap wisatawan mancanegara dapat berkunjung ke daerah kita. Selanjutnya Bupati Inhil Drs. H. M. Wardan juga mengatakan bahwa demi mendukung industri pariwisata Pemkab Inhil melalui dinas parporabud saat ini ikut menggencarkan program CHSE yaitu Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata dan ekonomi kreatif. Demikian di ungkapkan Bupati Inhil Drs. H. M. Wardan. Selain peluncuran COE dan aplikasi JEMARI dinas Pariwisata Provinsi Riau juga menghadirkan apresiasi berupa Seroja Award, apresiasi ini di berikan untuk para penggiat dunia pariwisata, inti dari acara ini tentu saja upaya memperkenalkan kalender event pariwisata. Pada acara malam itu, sebanyak 11 kategori Anugerah Pariwisata Riau 2021 yang di persembahkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Riau yaitu : Kategori Atraksi Budaya Terpopuler Kategori Cendera Mata Terpopuler Kategori Destinasi Terpopuler Kategori Event Wisata Terpopuler Kategori Kuliner Khas Terpopuler Kategori Pegiat Seni Terbaik Kategori Pokdarwis Terbaik Ketegori Ekowisata Terpopuler Kategori Situs Sejarah Terpopuler Kategori Surga Tersembunyi Terpopuler Kategori Kabupaten Kota Tergiat Dalam Promosi Pariwisata Pada Acara malam Anugerah Pariwisata Riau 2021 tersebut Kabupaten Indragiri Hilir berhasil meraih Anugerah pada kategori Ekowisata terpopuler yakni Ekowisata Solop, Pulau Cawan. Penghargaan tersebut di terima oleh kadis parporabud Inhil Junaidy, S.Sos, M.Si. Kadis parporabud Inhil Junaidy, S.Sos, M.Si. mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Riau dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Riau yang telah menyelenggarakan Seroja Award sebagai Anugerah Pariwisata di Provinsi Riau Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Inhil khususnya Bupati Inhil yang sangat mendukung kemajuan pariwisata di kabupaten Inhil. Selanjutnya Junaidy, S.Sos, M.Si. mengatakan tentunya menjadi kebanggaan kami masyarakat Inhil karna saya yakin Ekowisata Solop sudah dikenal, karna hanya satu-satu nya destinasi wisata di Riau yg memiliki lagu yaitu Zapin pantai Solop” tutur Kadis parporabud Junaidy, S.Sos, M.Si .    

Baca Selengkapnya
Buka Bimbingan dan Pelatihan Siswa-siswi Calon Anggota Polri, Ini Harapan Junaidy Ismail 🏷️ Pariwisata & Budaya
26 Mar 2021

Buka Bimbingan dan Pelatihan Siswa-siswi Calon Anggota Polri, Ini Harapan Junaidy Ismail

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bekerjasama dengan Polres Inhil menggelar bimbingan dan pelatihan siswa-siswi berprestasi dalam penerimaan Calon Anggota Polri di Aula Hotel Tembilahan Pratama, Kamis (25/3/2021). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Disparporbud Inhil Junaidy Ismail S.Sos M.Si tersebut dihadiri Kapolres Inhil yang diwakili oleh Kabag Sumda Kompol Rio JH Pardede beserta jajaran, Kabid Kepemudaan Disparporabud Inhil Andy Hirfandy ST MIP, dan para peserta bimbingan dan pelatihan. Kepala Disparporabud Kabupaten Inhil mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil yang diselaraskan dengan Polri, dalam hal ini Polres Inhil. "Atas nama Pemkab Inhil, saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Inhil karena berkontribusi membantu mengembangkan potensi putra daerah dengan memberi kesempatan mengirim pada seleksi calon Bintara," kata Junaidy. Untuk itu, dia berpesan kepada para peserta untuk dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Walau waktu singkat, setidaknya kata Junaidy, menjadi bekal pada seleksi berikutnya. "Pengetahuan dasar inilah yang harus dikembangkan. Maka gunakanlah kesempatan ini. Harus fokus dan bersungguh-sungguh maka akan membuahkan hasil yang terbaik," pesannya. Pada intinya, Disparporabud Inhil berharap, bagaimana putra daerah mampu bersaing yang bisa menghasilkan kualitas terbaik. Sehingga dapat membanggakan bagi daerah Kabupaten Inhil khususnya, NKRI pada umumnya. Sementara itu, Kabag Sumda Kompol Rio JH Pardede juga berpesan, para peserta yang berjumlah 30 orang itu benar-benar mengikuti bimbingan dan pelatihan semaksimal mungkin. "Jangan hanya sebatas cari pengalaman. Namun dalamilah segala ilmu yang diterima nantinya. Tanamkan optimisme yang tinggi pada diri kita sendiri, bagaimana kita harus berhasil," tuturnya. Sekedar untuk diketahui, kegiatan pembukaan tersebut berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (Sumber : TransmediaRiau)

Baca Selengkapnya
Pantai Terumbu Mabloe Sangat Eksotis untuk Dikunjungi 🏷️ Pariwisata & Budaya
24 Mar 2021

Pantai Terumbu Mabloe Sangat Eksotis untuk Dikunjungi

Pukul 2 belum lama berlalu. Sinar matahari di Pantai Terumbu Mabloe siang itu serasa membakar kulit, begitu menyengat. Hanya deru angin yang sesekali hinggap dapat sedikit menyejukkan tubuh. Dataran yang menjorok ke arah laut dipenuhi cangkang kerang-kerangan, memberikan gradasi warna pada lantai monokrom. Tak jauh ke pangkal, pohon perepat (Sonneratia alba) dan pohon api-api (Avicennia germinans) tumbuh sesak menempa kesuburan, menepis kegersangan sebagian kawasan pantai dengan suasana lindap. "Di situlah yang mau ditanam bibit bakau," ujar Arfan, 29 tahun, sambil mengacungkan dagunya ke salah satu sisi pantai dengan penanda kayu kecil seperti ranting yang berjejer rapi di atas permukaan berlumpur. Tangannya lalu mengarah ke ujung hamparan lumpur. "Di sini memang banyak bangau kalau (air sungai, red) surut," kata Arfan menjelaskan keberadaan Bangau Bluwok (Mycteria cineria) di Pantai Terumbu Mabloe yang terletak di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kata Mabloe sendiri merupakan nama lain dari Desa Sungai Bela. Nama Mabloe diberikan oleh masyarakat Suku Duano yang pertama kali menemukan Desa Sungai Bela. Sehingga, Pantai Terumbu Mabloe dapat juga diartikan sebagai Pantai Terumbu Sungai Bela atau Pantai Terumbu Desa Sungai Bela. Masih di sekitar bagian pantai yang terik, berdiri sebuah bangunan mirip gazebo, namun masih sederhana digunakan sebagai tempat melepas penat perjalanan para pelancong. Gazebo berukuran sekitar dua kali dua meter itu terbuat dari kayu bakau yang disusun renggang. "Kalau air surut bisa main (sepak, red) bola di sana," ungkap Arfan yang lahir dan tumbuh besar di Desa Sungai Bela seraya menunjuk lokasi lain dari pantai yang berada di sebalik rerimbun pohon api-api (Avicennia germinans). Hari itu, rombongan wartawan lokal Kabupaten Indragiri Hilir sedang melakukan perjalanan wisata jurnalistik memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 yang jatuh tiap 9 Februari. Puluhan awak media, tak terkecuali Arfan diterjunkan untuk berlomba mengeksplorasi potensi Pantai Terumbu Mabloe, sebagai kawasan ekowisata andalan masyarakat Desa Sungai Bela. Di atas pantai berlumpur, sejumlah wartawan mencoba melakukan kegiatan Menongkah. Menongkah sendiri merupakan aktifitas yang dijalani masyarakat Suku Duano untuk mencari kerang menggunakan sekeping atau dua keping papan dan mengayuh dengan menggunakan tangan dan kaki. Mulanya, kegiatan Menongkah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Suku Duano. Namun, Sejak 2017, Menongkah telah dikukuhkan oleh pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. "Satu, dua, tiga," kata salah seorang wartawan menggunakan pengeras suara memberikan aba-aba kepada para wartawan yang 'berlomba' Menongkah. Keseruan pun tercipta di sana. Tingkah para wartawan yang terjatuh kala menongkah mengundang gelak tawa wartawan lain yang menyaksikan di sepanjang bibir pantai. Alhasil, tak satu pun dari mereka yang mampu mendapatkan kerang dari kegiatan Menongkah itu. Hanya terlihat seperti berseluncur di atas lumpur. Padahal, sebelumnya beberapa orang masyarakat Suku Duano telah memberikan contoh bagaimana teknik Menongkah. Selesai dari situ, di pangkal pantai, tepatnya di bawah deretan pohon perepat yang tumbuh tak beraturan, baru saja dipasang spanduk berbentuk lingkaran bertuliskan Piak Duanu Lap Ne Dolak yang berarti "Takkan Duanu Hilang di Laut", menjadikan lokasi itu cukup instagramable bagi wisatawan mengabadikan momen. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olaharaga ,dan Kebudayaan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidy S.Sos M.Si mengungkapkan, Pantai Terumbu Mabloe terbentuk dari cangkang kerang-kerangan. Kerang-kerangan diketahui berasal dari perairan Muara Lajau yang merupakan salah satu muara dari sungai Indragiri. Perpaduan antara pantai berlumpur dengan hutan Mangrove diharapkan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pantai yang hanya berjarak sekitar 5 menit dari bantaran Desa Sungai Bela jika menggunakan pompong--sampan atau perahu bermesin yang lumayan banyak digunakan di Kabupaten Indragiri Hilir. "Bagi kita dari sektor pariwisata, memang kita mengembangkan kawasan pesisir dalam satu konsep ekowisata," kata Junaidy yang turut serta mendampingi awak media di Pantai Terumbu Mabloe. Lokasi yang relatif dekat dari Kota Tembilahan--Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir--membuat Pantai Terumbu Mabloe begitu potensial dikembangkan dan menarik pengunjung. Untuk mencapai Pantai Terumbu Mabloe dari Kota Tembilahan menggunakan speedboat, hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Sayangnya, wisatawan hanya dapat berkunjung ke Pantai Terumbu Mabloe di waktu tertentu, yakni ketika air sungai surut. Pantai Terumbu Mabloe akan hilang dari pandangan sesaat setelah air pasang dan akan kembali muncul ke permukaan ketika air surut. Fenomena ini lah yang membuat sebagian dari kawasan pantai menjadi berlumpur. "Ini akan kita rancang pengembangannya. Kalau sudah kita tata, para pengunjung dapat rutin, misalnya di hari libur hadir di sini," tutur Junaidy. Selain masih alami, Pantai Terumbu Mabloe memiliki beragam jenis fauna, khususnya spesies burung yang tersebar di sekitar kawasan pantai. Hal tersebut dikarenakan Pantai Terumbu Mabloe merupakan persinggahan burung migrasi. Burung-burung migran itu umumnya berasal dari Asia Selatan. Namun, tak jarang juga berasal dari Australia dan Asia Timur. "Pantai ini juga termasuk sabuk hijau hutan Mangrove di pesisir pantai timur Sumatera," jelas Junaidy seraya mengatakan, kawasan Pantai Terumbu Mabloe dan sekitarnya termasuk ke dalam wilayah dengan sebutan Tanjung Bakung yang menjadi persinggahan burung migran di dunia berdasarkan pendapat para peneliti. Salah satu spesies burung migran di Pantai Terumbu Mabloe adalah burung Kedidi (Calidris). Burung Kedidi (Calidris) biasanya akan bermigrasi saat musim kawin. "Kalau salju besar Burung Kedidi juga akan migrasi dan bermain di sini (pantai, red)," ungkap Junaidy. Puas menyusuri pantai, berfoto dengan berbagai pose dan merasakan sensasi Menongkah yang menghabiskan waktu nyaris 2 jam, rombongan wartawan pun bersiap pulang. Mereka beringsut menuju dermaga yang terbuat dari kayu, layaknya dermaga darurat untuk datang dan pergi wisatawan. Setelah lima unit speedboat yang disediakan panitia menambat di dermaga, satu per satu peserta wisata jurnalistik beranjak naik dan meninggalkan Pantai Terumbu Mabloe untuk kembali ke Tembilahan dengan kehadiran seekor monyet di pinggir pantai yang seolah mengucapkan kalimat "sampai jumpa lagi". (Sumber: Porospro.com)

Baca Selengkapnya
Pasir Hasil Fosil Biota Laut Terhampar Indah di Pantai Solop 🏷️ Pariwisata & Budaya
18 Mar 2021

Pasir Hasil Fosil Biota Laut Terhampar Indah di Pantai Solop

Berbicara tentang pantai di negeri ini, maka wisatawan semua pasti mengetahui berbagai macam bahkan beribu pantai yang ada di Indonesia. Mungkin juga sudah semua pantai yang pernah dikunjungi. Namun ada satu pantai yang mungkin tidak banyak yang tahu, pantai ini bernama Pantai Solop. Pantai Solop berada di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Pantai ini mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki pantai-pantai lain di dunia. Dimana pasir putih yang sering dikenal dengan nama Pasir Sersah terhampar di sepanjang bibir pantai. Alasan mengapa pantai ini dikenal dengan nama Pasir Sersah, sejarahnya adalah pasir putih yang terhampar di sepanjang pantai ini pasir dari fosil hewan laut, seperti kerang-kerang dan sejenisnya. Sebagaimana diketahui, fosil yang dimaksud tertimbun secara alami. Secara umum, biota laut dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu plankton, nekton dan Bentos pembagain ini tidak ada kaitannya dengan klasifikasi ilmiah, ukuran, hewan atau tumbuhan tetapi berdasarkan pada kebiasaan hidup secara umum, seperti gerak berjalan, pola hidup dan sebaran menurut ekologi. Pasir ini terbentuk melalui proses kejadian alam yang panjang dan terjadi akibat hempasan gelombang pasang surut. Hal ini menyebabkan pasir sirsak ini terdampar disepanjang kaki pantai. Pantai ini juga memiliki air yang berwarna keruh, kecoklatan. Untuk Anda yang berkunjung kesini jangan takut dengan warna air ini, warna air ini bukan karena pencemaran limbah atau tidak terawatnya daerah tersebut, warna air ini memang berasal dari laut, karna pengaruh dari pantainya yang membuat air ini berwarna kecoklatan. Selain menikmati keindahan pasir putih, anda juga dapat menikmati keindahan hutan Mangrove sepanjang mata memandang. Keberadaan hutan mangrove yang mengelilingi Pantai Solop merupakan hutan bakau terindah di Indonesia. Keindahan Pantai ini bertambah karena terdapatnya pulau-pulau kecil di seberang pantai. Pada sore hari Anda dapat menyaksikan keindahan terbenamnya matahari (sunset). "Kita dari sektor pariwisata, Pantai Solop masuk dalam satu konsep Ekowisata kawasan pesisir yang dikembangkan," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Junaidy S.Sos M.Si kepada awak media, beberapa waktu lalu. Yang pasti, Pantai Solop adalah destinasi wisata pesisir yang dimiliki daerah Kabupaten Inhil. Selain masyarakat Inhil, Ekowisata ini juga dapat dinikmati wisatawan luar daerah, bahkan luar daerah Provinsi Riau. Untuk dapat sampai di Pantai Solop dapat ditempuh dengan menggunakan transportasi sungai maupun laut. Karena Pantai Solop terletak dibagian timur Pulau Sumatera yang merupakan jalur transportasi utama yang menghubungkan Kota Tembilahan. Dari Kota Tembilahan, untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh melalui jalan laut sekitar 1,5 sampai 2 jam. Sedangkan dari Kecamatan Mandah sekitar 20 sampai 40 menit. Sedangkan dari Pekanbaru Anda dapat menggunakan mobil angkutan umum menuju ke Kota Tembilahan terlebih dahulu. Perjalanan dari Pekanbaru ke Tembilahan ini jarak tempuh sekitar 6 sampai 7 jam. (Sumber: Porospro.com

Baca Selengkapnya
Sekitar 40 Km Persegi Berbagai flora dan fauna Langka khas Hutan Magrove yang Anda Bisa Lihat Hanya di Pantai Solop 🏷️ Pariwisata & Budaya
18 Mar 2021

Sekitar 40 Km Persegi Berbagai flora dan fauna Langka khas Hutan Magrove yang Anda Bisa Lihat Hanya di Pantai Solop

Hutan mangrove tumbuh liar sekitar 40 Km persegi di kawasan Ekowisata Pantai Solop dan menjadi bagian dari seratus ribu lebih hektare hutan mangrove di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau. Terletak di pesisir timur Provinsi Riau atau tepatnya di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil Provinsi Riau. Kawasan ini menjadi daya tarik alami bagi banyakbya wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang di Pantai Solop "Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Junaidy, S.Sos., M.Si, Mengatakan yang menjadi lebih spesial lagi bagi pengunjung yang datang di Pantai Solop mereka akan menemukan flora dan fauna langka khas hutan magrove yang tidak di miliki di daerah lain." Ungkapnya 28/02/21 Berjalan di antara tanaman mangrove yang tumbuh liar yang diperkirakan sudah berusia puluhan tahun ini, tentu saja mempunyai sensasi tersendiri. "Jenis flora seperti pohon teruntum bunga putih, pohon teruntum bunga merah, piyai, bakau minyak atau daek, lenggadai, kedabu, tumu, perepat, nyirih, nyirih batu, tengar dan api-api, akan sangat mudah ditemui di hutan mangrove yang terletak persisir di belakang bibir Pantai Seresah Solop." Jelas Kadis Disparporabud Junaidy, S.Sos. Terlebih lagi bagi pengunjung yang mencari suasana tenang, teduh, asri serta jauh dari kebisingan hingar-bingar kota yang membosankan. Untuk menikmati semua keindahan dan keunikan alami wisata hutan mangrove ini, para pengunjung tidak perlu khawatir dengan membayangkan hutan mangrove pada umumnya. "Karena Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menyiapkan tracking kering (jerambah) atau jalan setapak dari kayu bagi wisatawan untuk menikmati hutan mangrove nan molek ini." Jelasnya  Kadis Junaidy, S.Sos Dengan panjang 1500 meter, tracking kering ini membentang persis di bawah rimbunan pohon-pohon bakau alami yang tumbuh tinggi menjulang. Melalui tracking inilah, para wisatawan bisa dengan nyaman menikmati akar saling silang pohon bakau berketinggian mencapai 2 meter. Wisatawan juga bisa menikmati hutan mangrove dari ketinggian melalui menara pantau yang dibangun setinggi 12 meter tepat di tengah area hutan mangrove. Dengan ketinggian yang hampir persis dengan tingginya pohon yang ada di sana, tentu saja memberikan sudut pandang berbeda bagi wisatawan. Apalagi rimbunnya pohon di kawasan hutan mangrove ini menjadi surga bagi satwa-satwa liar, antara lain, elang bondol, elang laut, bangau tontong dan monyet-monyet yang bergelayut di pohon akan sangat mudah dijumpai di balik rerimbunan hutan mangrove. Tak hanya sampai di situ saja, sudut pandang berbeda juga tersaji melalui sungai kecil bernama Sungai Keceng yang membentang di tengah rerimbunan hutan mangrove di kawasan ekowisata Solop ini. Inilah yang dinamakan tracking basah, track alami yang memang sudah disiapkan oleh sang pencipta dan bisa dinikmati oleh wisatawan menggunakan sampan kecil (jongkong) milik masyarakat. Jika air pasang tiba, wisatawan bisa menyusuri sungai ini untuk menikmati akar tunjang mangrove yang menjurai terjuntai di kiri kanan sungai. Tidak hanya menyusuri sungai untuk menikmati keindahan alami hutan mangrove, wisatawan juga bisa menikmati dan mencoba berbagai sensasi lain di kawasan tracking basah ini. Wisatawan bisa mencoba menangkap kepiting bakau (ketam), atau juga disebut mangrove crab, mud crab yang memiliki capit atau sepit besar yang berkembang biak secara alami disela-sela akar tunjang hutan mangrove yang di kawasan ini dengan alat tangkap bernama pento. Di kawasan Ekowisata Pantai Solop ini, wisatawan juga bisa menikmati sensasi mencari lokan jenis mollusca yang kulit dan dagingnya lebih besar dari kerang dara di lopak antara rerumpunan batang piyai. Selain itu, sensasi menangkap siput borongan dan siput hisap juga menanti wisatawan, untuk selanjutnya dimasak dan dinikmati bersama-bersama sebagai menu makan siang setelah lelah menyusuri sungai Keceng ini. Di kawasan ini juga menyajikan tantangan bagi wisatawan yang memiliki hobi memancing, sehingga spot ini layak untuk dicoba. Sentakan ikan sembilang yang parasnya serupa ikan lele dengan sengat patil yang beracun akan menjadi tantangan sendiri bagi pemancing di sungai ini. Khusus bagi para pemancing yang masih penasaran, bisa keluar dari anak sungai Keceng untuk menuju Kuala Igal, Kuala Pelanduk dan Kuala Mandah untuk melanjutkan petualangan menunggu sambaran ikan senangin, kakap, kurau, senonggang, pari dan lainnya. Keindahan alami hutan mangrove yang berada di kawasan ekowisata Solop ini bisa dinikmati oleh wisatawan dengan menempuh jarak sekitar 75 menit speedboat dari Kota Tembilahan, Ibu Kota Kabupaten Inhil . Atau bisa juga ditempuh sekitar 6 jam menggunakan jalan darat dari Ibu Kota Provinsi Riau , Pekanbaru. Bagi wisatawan yang sekadar ingin istirahat dan menginap, jangan khawatir karena untuk menunjang dan memanjakan para wisatawan disediakan fasilitas gazebo dan homestay di kawasan ekowisata ini. Keramah-tamahan masyarakat setempat yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan siap menyambut wisatawan dengan senyuman. Dengan segala keunikan dan kealamian dan keasriannya, maka tidak heran bila suasana hutan mangrove yang ada di sekitar Pantai Solop Desa Pulau Cawan membuat terkesima para wisatawan. Ia terkesan dengan keasrian hutan magrove Pantai Solop. Suasana hutan bakau yang ada di Pantai Solop, seakan-akan berada dikampung halaman sendiri. (Sumber: Bualbual.com)

Baca Selengkapnya
Keindahan 20 Jenis Biota Laut Menanti di Perairan Pantai Terumbu Mabloe Kec Kuindra Inhil 🏷️ Pariwisata & Budaya
15 Mar 2021

Keindahan 20 Jenis Biota Laut Menanti di Perairan Pantai Terumbu Mabloe Kec Kuindra Inhil

Siapa sangka, perairan di kawasan Pantai Terumbu Mabloe di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kaya akan biota atau hewan laut. Pastinya bisa didapat oleh para wistawan. Sebab disana, termasuk penghasil laut terbesar di Negeri ‘Hamparan Kelapa Dunia’. Perlu diketahui, Biota Laut yang dimaksud merupakan semua makhluk hidup yang ada di laut baik hewan maupun tumbuhan atau karang. Secara umum, biota laut dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu plankton, nekton dan Bentos pembagain ini tidak ada kaitannya dengan klasifikasi ilmiah, ukuran, hewan atau tumbuhan tetapi berdasarkan pada kebiasaan hidup secara umu, seperti gerak berjalan, pola hidup dan sebaran menurut ekologi. 20 jenis Biota tadi termasuk Kepiting, udang, kerang dan siput yang berhasil ditangkap nelayan tempatan disana. Mereka para nelayan, hasil laut sudah dikirim kemana-mana, ke Tungkal, Provinsi Jambi salah satu contohnya. Tak kalah menarik, hasil tangkapan nelayan sebagian dikirim ke negara tetangga seperti Singapura. Selain itu, ekosistem lingkungan laut di Desa Sungai Bela masih tetap terjaga. Disamping itu, proses penangkapan Nelayan yang biasa dikenal Suku Duanu ini menggunakan jaring dengan dibantu kapal perahu berukuran sedang. Mereka pergi melaut mulai pukul 06.00 Pagi dan pulang 17.00 Sore. Kepala Desa Sungai Bela melalui Kasi Pelayanan, Rima Melati mengatakan nelayan disini pergi melaut melihat kondisi air laut sedang surut. Kata Rima, kondisi air surut biasanya biota laut sangat mudah ditangkap nelayan. "Selama ini lingkungan tetap kami jaga. Nelayan secara bertahap kami kasih pengertian agar tidak menangkap ikan menggunakan Beam Trawls, Otter Trawls, Pair Trawls, Nephrops Trawls dan Shrimp Trawls," kata Risma, belum lama ini. Sementara itu, seorang nelayan Rusli (60 Tahun) menceritakan, dalam sehari paling banyak menangkap ikan 50 Kilogram. Paling sedikit 20 sampai 30 Kilo. Sebut dia lagi, untuk jenis ikan bermacam-macam ada ikan seluang, ikan sembilang dan ikan asin. "Hasil tangkapan kami disini, kami jual ke tokeh. Sudah ada yang menampung hasil nelayan, ya kalau tidak ada uang atau ongkos kami bisa pinjam dulu ke bos (tokeh)," sebut Rusli. Berikut biota jenis ikan dari Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri. (Dok. Pemdes Sungai Bela) yakni Ikan Senangin, Ikan Gerot, Ikan Bawal, Ikan Sembilang, Ikan Perang, Ikan Lome, Ikan Beliak mata, Ikan Gonseng atau dikenal juga dengan sebutan Ikan Bulu Ayam, Ikan Belanak, Ikan Tamban, Ikan Pari, Ikan Malong, Ikan Putih, Ikan Seluang, Ikan Selar, Ikan Gulama, Ikan Kitang, Ikan Duri, Ikan Belukang, dan Ikan Parang. Sedangkan biota sejenis siput adalah Udang Tenggek, Udang Gogo, Udang Ketak atau dikenal juga dengan sebutan Udang Nenek, Kepiting Bakau, Kepiting Pasir, Kepiting Renjong, Siput Isap, Siput bintang, Kerang Lokan, dan Kerang Senteng. Setiap hari, masyarakat setempat, utamanya masyarakat dari keturunan Suku Duanu pulang-pergi menyusuri laut kawasan Tanjung Bakung, yakni posisi Pantai Terumbu Mabloe. Artinya, para nelayan ini beraktivitas masih cukup dekat dengan kawasan Destinasi Wisata tersebut. Mereka (nelayan) akan mampir ke Pantai Terumbu Mabloe jika dipanggil dengan kode isyarakat telapak tangan. Utamanya selepas mereka pulang dari aktivitas menelayan. Dan pastinya biota-biota dalam keadaan segar tertumpuk di perahunya. Inisiator Pantai Terumbu Mabloe, Hasanuddin sudah berfantasi macam-macam. Kepada awak media, selain adanya tracking menongkah, dermaga beton, dan akses jalan ke pusat pemukiman warga Desa Sungai Bela. Dia juga berkeinginan Homestay dan spot memancing. “Spot memancing itu mesti kita adakan nanti, karena laut kita kaya dengan berbagai jenis ikan yang dapat dinikmati wisatawan,” ujarnya. Terkait hal ini, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indraigiri Hilir (Inhil), Junaidy S.Sos M.Si merespon baik atas wacara perencanaan pembangunan penunjang Ekowisata Terumbu Mabloe. Dengan demikian, dalam waktu dekat dia akan merancang Masterplan dan Detail Engineering Design (DED) Ekowisata Pantai Terumbu Mabloe. "Berkaitan itu tentunya kita akan merancang kawasan ini sedemikian rupa, sehingga bisa lebih menarik lagi yang tentunya memberikan kenyamanan, keindahan, dan kemudahan bagi para pengunjung," paparnya. (sumber: Bualbual.com)

Baca Selengkapnya
Akses Menuju Destinasi Wisata Terumbu Mabloe Cukup Mudah 🏷️ Pariwisata & Budaya
15 Mar 2021

Akses Menuju Destinasi Wisata Terumbu Mabloe Cukup Mudah

Destinasi Wisata Terumbu Mabloe merupakan pantai dari hasil posil-posil biota laut yang tertata secara alami di bagian hilir pemukiman Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau. Ekowisata ini cukup menarik perhatian wisatawan dari luar desa setempat, khusus dari Tembilahan. Bahkan wisatawan luar daerah Kabupaten Inhil sepertinya juga mulai melirik objek wisata alam tersebut. Bagaimana tidak, destinasi wisata ini menyajikan keindahan alam dan budaya warga tempatan. Pertanyaannya, bagaimana wisatawan bisa melancong kesana? Sebenarnya, posisi objek wisata itu cukup dekat dengan pusat perkampungan Sungai Bela. Menurut perkiraan Pemdes setempat, jarak dari sisi pemukiman lebih kurang 500 meter. Hanya saja, akses daratan belum memungkinkan dikarenakan terkendala kondisi infrastruktur jalan dan jembatan. Untuk sementara waktu, satu-satunya akses adalah menggunakan transportasi laut kurang dari 5 menit dari dermaga utama Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuindra. Untuk wisatawan dari Tembilahan, jarak tempuh agar sampai ke sana hanya membutuhkan estimasi waktu 1 sampai 1,5 jam saja dengan menggunakan Speedboat sebagai angkutan jalur laut. Speedboat yang digunakan ini merupakan angkutan laut berbahan kayu dengan mesin 200 PK. Minimal, Speedboat ukuran kecil dengan mesin 40 PK. Cukup untuk menyusuri Sungai Indragiri hingga ke muara Tanjung Bakung. Wisatawan akan merasakan sensasi perjalanan dengan iringan ombak Sungai. Pasalnya, hempasan lantai Speedboat ke permukaan air menghasilkan getaran begitu kencang. Sehingga menjadikan pengalaman yang tidak mungkin lupa. Di sepanjang perjalalan, wisatawan akan menikmati udara segar Sungai Indragiri dengan pemandangan Hutan Mangrove di kiri dan kanan, diantaranya Pohon Bakau, Pohon Pedada, Pohon Perepat, Kayu Api-api, dan spesies pepohonan lainnya. Sesekali melintasi perkampungan yang berdiri kokoh di bibir sungai. Sarana transportasi tersebut adalah tujuan khusus Tembilahan-Sungai Bela. Biasanya, biayanya minimal hanya Rp50 ribu/orang dan maksimal Rp70 ribu/orang. Sarana transportasi ini ada 3 sesi pemberangkatan dalam sehari. Sesi pertama berangkat pada pukul 12.00 WIB, sesi kedua berangkat pada pukul 14.00 WIB, dan sesi terakhir berangkat pada pukul 16.00 WIB. Artinya, wisatawan bisa berekreasi di Pantai Terumbu Mabloe tanpa menginap. Kemudian bagi wisatawan dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Sarana transportasi yang digunakan juga sama dari jalur laut. Jarak tempuhnya pun juga tidak begitu jauh. Estimasi perjalanan antara 3 sampai 4 jam saja. Sedikit berbeda bagi wisatawan dari Kota Pekanbaru. Sebab mereka harus menggunakan dua sarana transportasi yang berbeda. Sebelum berpindah ke sarana transportasi jalur laut tadi, mereka diharuskan menggunakan mobil terlebih dahulu. Sarana ini adalah angkutan jalur darat tujuan Pekanbaru-Tembilahan dengan estimasi perjalanan lebih kurang 7 jam, biayanya Rp150 ribu/orang. Inspirasi mengembangkan Pantai Terumbu Mabloe ini sebenarnya sudah cukup lama, kira-kira 10 tahun yang lalu yakni pada tahun 2010 oleh salah seorang tokoh warga Desa Sungai Bela yakni Hasanuddin atau yang akrab dipanggil Hasan. Hanya saja, sempat vakum beberapa tahun tanpa eksplore ke luar desa setempat. Karena memiliki potensi yang cukup tinggi, warga setempat semakin semangat mengembangkan. “Pastinya kita berupaya mengembangkan. Jika perkembangan pantai ini meningkat, saya yakin perekonomian masyarakat Suku Duanu akan meningkat, atau bahkan seluruh masyarakat Sungai Bela dan sekitarnya juga akan ikut merasakan," katanya dengan penuh keyakinan. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Junaidy S.Sos M.Si saat turun langsung ke lokasi mengaku tertarik untuk mengembangkan kawasan tersebut. Hal itu dikarenakan adanya potensi dari lumpur. Dia berkeyakinan, potensi kawasan berlumpur mampu dikombinasikan dengan hutan di sekelilingnya, sebab itu dinilai dapat menjadi daya tarik baru bagi pelancong untuk berekreasi. "Setelah melihat potensi yang ada, bagi kita di sektor pariwisata juga akan mengembangkan Pantai Terumbu Mabloe ini dalam satu konsep Ekowisata kawasan pesisir yakni mulai dari Pantai Solop, Pantai Bidari, dan pantai ini (Pantai Terumbu Mabloe di Desa Sungai Bela, red)," kata Kepala Disparporabud Inhil. (Adv) (Sumber: Porospro.com)

Baca Selengkapnya

Hotline Pariwisata Inhil

Online | Siap Membantu

Pusat Informasi & Layanan Wisata

Chat Whatsapp Sekarang