Sabtu, 8 Agustus Agustus 2026 00:00:00 WIB
Admin

📰 Berita & Warta Terkini

Informasi terbaru seputar perkembangan pariwisata, kegiatan daerah, dan warta Indragiri Hilir

Amplang Udang, Oleh-oleh khas Inhil 🏷️ Pariwisata & Budaya
29 Aug 2022

Amplang Udang, Oleh-oleh khas Inhil

Indragiri Hilir merupakan daerah pesisir dengan hasil tangkapan udang yang tinggi. Hal ini pun dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengolahnya menjadi santapan yang lezat untuk menambah pemasukan ekonomi keluarga. Salah satu olahan yang dimanfaatkan dari hasil tangkapan udang ialah Amplang Udang. Amplang udang menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Kabupaten Inhil, Riau. Jajanan sejenis kerupuk atau cemilan ini memang lebih menonjolkan rasa udangnya sebagai ciri khas. Di Indragiri Hilir sendiri, ada beberapa wilayah yang terkenal dengan penghasil amplang udangnya lho, salah satunya daerah Desa Sungai Luar. Home industri Amplang Udang BuDe beralamat di Jalan Arjuna RT 03, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Desi Saputri pemilik Home industri Amplang udan BuDe mengungkapkan bahwa home industri kerupuk Amplang Udang miliknya ini perharinya bisa produksi puluhan kilogram hari. Namun dia bercerita bahwa jika menjelang Ramadhan pesanan akan meningkat lebih dari 100 persen. "Kalau hari-hari biasa produksinya bisa mencapai 20 Kg/hari, jika Ramadhan pesanan meningkat sampai 50 Kg/hari. Untuk penjualan perkilogram Rp 55.000,-," tambah Desi. Untuk bahan bakunya sendiri Desi mengaku bahwa udang dia peroleh dari Tembilahan. "Bahan bakunya tentunya dari udang segar, tepung kanji dan resep rahasia," ujar Desi. Jika penasaran, oleh-oleh ini juga bisa didapatkan dengan mudah, karena sudah banyak tersedia di mini market, terutama di kawasan Tembilahan. (Sumber: Porospro.com)

Baca Selengkapnya
Kerajinan Batok Kelapa Indragiri Hilir Sebagai Karya Seni yang Bernilai Jual Bisa Ditemukan di Dekranasda Inhil 🏷️ Pariwisata & Budaya
18 May 2022

Kerajinan Batok Kelapa Indragiri Hilir Sebagai Karya Seni yang Bernilai Jual Bisa Ditemukan di Dekranasda Inhil

Sebagai daerah perkebunan kelapa terluas di dunia, tentunya banyak hasil turun kelapa yang bisa diolah menjadi hasil kerajinan, seperti hal nya kerajinan batok kelapa yang ditekuni sejumlah pengrajin di Kabupaten Inhil. Dari batok kelapa banyak pengrajin mengolah menjadi karya seni yang bernilai seperti pembuatan gelas dari batok kelapa, mangkok, asbak rokok hingga barang-barang dengan nilai seni tinggi. Hasil kerajinan dari batok kelapa bisa kamu jumpai di shoroom Dewan Kesenian Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir, di Jalan Baharuddin Yusuf, Tembilahan. Batok kelapa selain digunakan masyarakat Indragiri Hilir sebagai bahan bakar tempurung kelapa untuk keperluan mereka sehari-hari sudah juga dibuat sebagai arang dan berikut batok kelapa untuk keperluan memasak di rumah. Namun demikian sebagian masyarakat Indragiri Hilir telah juga berupaya mengembangkan batok kelapa yang melimpah di Indragiri Hilir sebagai bahan kerajinan tangan (hand made) bernilai seni tinggi seperti membuat tas, buah baju, hiasan dinding, pas bunga, figura, tempat tissu, asbak rokok, dan lain-lain. Perkembangan kerajianan batok kelapa di Indragiri Hilir belum begitu mendapat respon yang positif dari masyarakat karena masih kuatnya persaingan dengan produksi plastik dan produk-produk berbahan lainnya. (Sumber: nusaperdana.com)

Baca Selengkapnya
Kabupaten Inhil Raih Anugerah Pariwisata Riau Kategori Destinasi Baru Terpopuler 🏷️ Pariwisata & Budaya
25 Mar 2022

Kabupaten Inhil Raih Anugerah Pariwisata Riau Kategori Destinasi Baru Terpopuler

Salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil meraih satu dari 14 kategori Anugerah Pariwisata Riau Tahun 2022. Objek wisata tersebut, yakni Destinasi Wisata Bukit Condong di Kelurahan Selensen, Kecamatan Kemuning, yang meraih anugerah pada kategori destinasi baru terpopuler. Prosesi penyerahan anugerah ini dilakukan saat peluncuran Kalender Iven Pariwisata (COE) dan Anugerah Pariwisata Riau Tahun 2022, yang digelar di Grand Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru, Selasa 22 Maret 2022 malam. Bupati Inhil Drs HM Wardan MP diwakili Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Kadisparporabud) Drs Junaidy hadir untuk menerima penyerahan anugerah yang dilakukan langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar. "Selain peluncuran COE, Dinas Pariwisata Provinsi Riau juga menghadirkan apresiasi kepada kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau berupa Anugerah Pariwisata Riau," ujar Gubri dalam sambutannya saat membuka kegiatan yang mengusung tema Riuh Riau (The Soul of Zamatera) tersebut. Adapun 14 kategori Anugerah Pariwisata Riau Tahun 2022 yang dipersembahkan oleh Disparporabud Provinsi Riau, yakni kategori makanan tradisional terpopuler, kategori minuman tradisional terpopuler, kategori promosi pariwisata digital terpopuler, kategori brand pariwisata terpopuler, kategori cinderamata terpopuler, kategori wisata olahraga dan petualangan terpopuler. Kemudian, kategori wisata air terpopuler, ketegri atraksi budaya terpopuler, kategori destinasi unik terpopuler, kategori ekowisata terpopuler, kategori kampung adat terpopuler, kategori situs sejarah terpopuler, kategori destinasi baru terpopuler dan kategori surga tersembunyi terpopuler. Sementara itu, Kadisparporabud Inhil H Junaidy mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau karena telah memberikan penghargaan Anugerah Pariwisata Riau 2022 Destinasi Baru Terpopuler, Bukit Condong. "Bukit Condong terletak antara perbatasan Riau dan Jambi, sudah dikunjungi oleh 500 pendaki. Satu-satunya tempat pendakian yang ada di Provinsi Riau," terangnya. (Sumber : indragirione.com)  

Baca Selengkapnya
Disparporabud Inhil Taja Rakor Pariwisata se-Riau 🏷️ Pariwisata & Budaya
03 Nov 2021

Disparporabud Inhil Taja Rakor Pariwisata se-Riau

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) menggelar rapat koordinasi (Rakor) se-Provinsi Riau di Aula Hotel Inhil Pratama, Tembilahan, Rabu (3/11/2021). Rakor ini dibuka langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Kepala Disparporabud Inhil, serta 12 Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau dan undangan lainnya. Bupati Inhil dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada peserta Rakor Dinas Pariwisata se-Provinsi Riau di Tembilahan. Yang mana, di bulan November ini Kabupaten Inhil ditunjuk menjadi tuan rumah Rakor Dinas Pariwisata se Provinsi Riau. "Semoga kegiatan Rakor Pariwisata kali ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia Pariwisata di Kabupaten Inhil pada khususnya maupun perkembangan Pariwisata di Provinsi Riau pada umumnya," kata Wardan. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten Inhil memiliki kekayaan destinasi wisata alam, budaya dan religi yang saat ini terus dikembangkan. Wisata alam yang dimaksud, diantaranya; Wisata Alam Pantai Solop dengan pasir sersah dan Hutan Mangrove, Pantai Mabloe dengan Pantai Terumbu, Hutan Mangrove dan Danau Mablue tempat migrasi burung dunia, Wisata Alam Air Terjun 86, Air Terjun Tembulun Rusa, Goa Batu Leman, Bukit Berbunga, serta Wisata Alam Bukit Condong dengan Air Terjun Selensen Salak yang dinilai masih asri dari alam. Untuk itu, melalui Rakor ini, dia berharap kiranya dapat dicari terobosan untuk menjadikan kabupaten/kota se-Provinsi Riau kembali menjadi lokasi prioritas (Lokpri) pembangunan pariwisata Indonesia. "Dengan terobosan-terobosan, sehingga kita dapat memperoleh dana pemerintah pusat untuk memacu pembangunan pariwisata di Provinsi Riau," pungkasnya. Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Roni Rakhmat juga menyampaikan hal serupa. Namun disisi lain, kegiatan Rakor Pariwisata ini sebenarnya dilaksanakan secara rutin 2 bulan sekali dengan tujuan untuk saling komunikasi, koordinasi dan juga saling memberikan informasi-informasi terkini. "Rutin dilaksanakan, untuk saling menginformasikan, seperti dari Kementerian Pariwisata dan bagaimana perkembangan pariwisata di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau, sehingga bisa bersama-sama berpikir secara luas dan dengan harapan dapat mempromosikan pariwisata di daerah masing-masing," ujarnya. Sementara itu, Kepala Disparporabud Kabupaten Inhil Junaidi, S.Sos MSi dalam laporan singkatnya juga mengatakan, rapat koordinasi pariwisata ini digelar setiap dua bulan sekali dan dilaksanakan secara bergilir di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Untuk hari ini, Kabupaten Inhil yang ditunjuk sebagai tuan rumah. (Sumber : Porospro.com)

Baca Selengkapnya
Pengurus GenPI Inhil Periode 2021-2023 Resmi Dilantik 🏷️ Pariwisata & Budaya
29 Jul 2021

Pengurus GenPI Inhil Periode 2021-2023 Resmi Dilantik

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pelantikan pengurus Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kabupaten Inhil periode 2021-2023 di Aula Hotel Inhil Pratama, Jalan Guru Hasan, Tembilahan, Rabu (28/07/2021). Prosesi pelantikan oleh Ketua GenPI Provinsi Riau itu tampak dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil Afrizal, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Inhil Tantawi Jauhari, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Inhil Mukhtar T, Kepala Disparporabud Inhil Junaidy, dan sejumlah pejabat eselon Pemkab Inhil lainnya. Sekda dalam sambutannya mengatakan, pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Disparporabud kabupaten Inhil yang mana merangkul generasi muda yang memiliki gemar mengeksplor Pesona wisata yang ada di Inhil. Dia juga menuturkan, dengan adanya GenPI di Kabupaten Inhil ini diharapkan mampu mengundang wisata lokal hingga internasional serta mampu menggerakkan potensi potensi yang ada di Inhil. Dan ini akan menjadi tugas GenPI agar wisata yang ada di Inhil agar bisa terekspos dan memperkenalkan tempat wisata. "Salah satu tempat yang akan kita kembang serta memperlihatkan budaya kita supaya bisa meningkatkan ekonomi wisata yang ada di Inhil. Seperti tempat wisata Pantai Solop, Pantai Mablu, Bukit Condong dan lainnya," ucapnya. Sementara itu, Kepala Disparporabud Kabupaten Inhil, Junaidy mengatakan bahwa dasar pembentukan GenPI di Inhil merupakan sebuah kesempatan yang baik dalam membantu mengeksplorasi objek-objek wisata. Tentu saja secara bersama dari GenPI pusat dengan yang ada di daerah. Jadi maksud dan tujuannya ialah untuk mengeksplorasi melalui suatu media yang berminat dalam mengeksplorasi tempat-tempat yang memang sudah sepatutnya diekspos serta diketahui oleh masyarakat luar daerah hingga luar negara. "Jadi kita telah melakukan rapat untuk para penggiat agar bisa mempromosikan tempat-tempat kita dan ini tentunya butuh kerja sama dari media sosial baik itu online maupun media yang lain. Karena, saat ini kami fokus dan mengembangkan di salah satu tempat wisata yang ada di Bukit Condong dan berharap ini mampu menarik para wisatawan agar tertarik datang ke tempat kita," sebutnya. Lebih lanjut, dengan dilantiknya GenPI ini, maka diyakini mampu memberikan kontribusi dalam mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di daerah hamparan kelapa dunia serta mampu membawa sanak keluarganya untuk menikmati suasana alam yang indah. "Untuk itu mari sama-sama kita ekspos tempat-tempat wisata kita dan memperlihatkan budaya yang membuat para wisatawan tertarik untuk datang ke Kabupaten Inhil," imbuhnya. Selain itu, Ketua Umum GenPI Provinsi Riau Tanti Eka Sari berharap, semoga dengan keberadaan GenPI ini mampu memberikan manfaat untuk mengeksplorasi tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Inhil. "Jujur, saya sangat bangga melihat kekompakan pemerintah daerah dalam mendukung serta memberikan dukungan kepada GenPI yang ada di Inhil. Pesan saya, teruslah berkolaborasi untuk membuat kontes yang positif dalam memperkenalkan pesona alam yang ada di Inhil," tuturnya. (sumber : Transmediariau.com)

Baca Selengkapnya
Satu Putra Inhil Dinyatakan Lulus Seleksi Paskibraka Nasional 2021 🏷️ Pariwisata & Budaya
25 May 2021

Satu Putra Inhil Dinyatakan Lulus Seleksi Paskibraka Nasional 2021

Satu putra Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan lulus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2021 di Istana Negara. Informasi itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Inhil, Junaidy, S.Sos, M.Si melalui Kabid Kepemudaan, Andy Hirfandy, ST usai mendampingi selama proses seleksi, Ahad (23/5/2021). "Dia (putra terbaik yang lulus seleksi Paskibraka tingkat nasional 2021, red) ada Hervi Shendyka Wiratama kelahiran Tembilahan, 4 Oktober 2005," kata Andy. Andy menjelaskan, Siswa SMAN 1 Tembilahan Hulu putra dari pasangan Herry Indrawan dan Evi Siswanti ini akan mewakili Riau bersama putri terbaik dari Rohul yang juga dinyatakan lulus seleksi. Sebagaimana diketahui, seleksi Paskibraka tingkat nasional tahun 2021 tersebut berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 19 Mei sampai 22 Mei 2021 di Prime Park Hotel Pekanbaru. Menurutnya, prestasi ini merupakan prestasi yang membanggakan yang juga pernah diraih. Sebab sebelumnya, putra terbaik Inhil juga pernah mewakili Riau di tingkat nasional 14 tahun yang lalu, tepat pada tahun 2007. Selain Hervi Shendyka Wiratama, Andy juga menyebutkan 3 nama perwakilan Inhil lainnya yakni M. Zacky Fahrezi (Siswa SMAN 1 Tembilahan Hulu), Khana'ah Putri Andini (Siswi SMAN 1 Tembilahan) dan Amelia Suryani (Siswi SMAN 1 Tembilahan). Namun ketiga nama ini adalah peserta seleksi yang dinyatakan lulus mewakili Inhil untuk Paskibraka tingkat Provinsi Riau tahun 2021. "Untuk jadwal latihan Paskibraka di tingkat nasional diperkirakan pertengahan Juli di Jakarta, sedangkan tingkat provinsi diakhir bulan Juli 2021 di Pekanbaru," tutupnya.  (sumber: transmediariau.com)

Baca Selengkapnya
Kabupaten Indragiri Hilir Menerima Penghargaan Seroja Award Kategori Ekowisata Terpopuler 🏷️ Pariwisata & Budaya
13 Apr 2021

Kabupaten Indragiri Hilir Menerima Penghargaan Seroja Award Kategori Ekowisata Terpopuler

Pekanbaru, Bupati Indragiri Hilir Drs. H. M. Wardan menghadiri acara peluncuran kalender event pariwisata (COE), Aplikasi JEMARI (Jendela Informasi Pariwisata Riau) dan Anugerah Pariwisata Riau 2021, bertempat di Gedung Anjung Seni Idrus Tintin (Komplek Bandar Seni Raja Ali Haji, Purna MTQ) jalan Jendral Sudirman, Minggu 11 April 2021, Malam. Acara yang mengangkat tema Riau Reborn ini merupakan terobosan dalam rangka pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata. Pada peluncuran COE, JEMARI dan Anugerah Pariwisata Riau yang di buka oleh Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar tersebut, Bupati Inhil Drs. H. M Wardan didampingi oleh kadis parporabud Inhil Junaidy, S.Sos, M.Si. Dalam sambutannya Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar menyambut baik adanya inovasi dan kreatifitas dalam memajukan pariwisata melalui event-event dan aplikasi yang ada di Provinsi Riau. Sementara itu, Bupati Inhil Drs. H. M. Wardan yang dijumpai setelah acara selesai mengatakan sesuai arahan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif Republik Indonesia, bahwa pada saat ini kunjungan pariwisata masih fokus pada wisatawan lokal, kita belum bisa berharap wisatawan mancanegara dapat berkunjung ke daerah kita. Selanjutnya Bupati Inhil Drs. H. M. Wardan juga mengatakan bahwa demi mendukung industri pariwisata Pemkab Inhil melalui dinas parporabud saat ini ikut menggencarkan program CHSE yaitu Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata dan ekonomi kreatif. Demikian di ungkapkan Bupati Inhil Drs. H. M. Wardan. Selain peluncuran COE dan aplikasi JEMARI dinas Pariwisata Provinsi Riau juga menghadirkan apresiasi berupa Seroja Award, apresiasi ini di berikan untuk para penggiat dunia pariwisata, inti dari acara ini tentu saja upaya memperkenalkan kalender event pariwisata. Pada acara malam itu, sebanyak 11 kategori Anugerah Pariwisata Riau 2021 yang di persembahkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Riau yaitu : Kategori Atraksi Budaya Terpopuler Kategori Cendera Mata Terpopuler Kategori Destinasi Terpopuler Kategori Event Wisata Terpopuler Kategori Kuliner Khas Terpopuler Kategori Pegiat Seni Terbaik Kategori Pokdarwis Terbaik Ketegori Ekowisata Terpopuler Kategori Situs Sejarah Terpopuler Kategori Surga Tersembunyi Terpopuler Kategori Kabupaten Kota Tergiat Dalam Promosi Pariwisata Pada Acara malam Anugerah Pariwisata Riau 2021 tersebut Kabupaten Indragiri Hilir berhasil meraih Anugerah pada kategori Ekowisata terpopuler yakni Ekowisata Solop, Pulau Cawan. Penghargaan tersebut di terima oleh kadis parporabud Inhil Junaidy, S.Sos, M.Si. Kadis parporabud Inhil Junaidy, S.Sos, M.Si. mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Riau dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Riau yang telah menyelenggarakan Seroja Award sebagai Anugerah Pariwisata di Provinsi Riau Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Inhil khususnya Bupati Inhil yang sangat mendukung kemajuan pariwisata di kabupaten Inhil. Selanjutnya Junaidy, S.Sos, M.Si. mengatakan tentunya menjadi kebanggaan kami masyarakat Inhil karna saya yakin Ekowisata Solop sudah dikenal, karna hanya satu-satu nya destinasi wisata di Riau yg memiliki lagu yaitu Zapin pantai Solop” tutur Kadis parporabud Junaidy, S.Sos, M.Si .    

Baca Selengkapnya
Buka Bimbingan dan Pelatihan Siswa-siswi Calon Anggota Polri, Ini Harapan Junaidy Ismail 🏷️ Pariwisata & Budaya
26 Mar 2021

Buka Bimbingan dan Pelatihan Siswa-siswi Calon Anggota Polri, Ini Harapan Junaidy Ismail

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bekerjasama dengan Polres Inhil menggelar bimbingan dan pelatihan siswa-siswi berprestasi dalam penerimaan Calon Anggota Polri di Aula Hotel Tembilahan Pratama, Kamis (25/3/2021). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Disparporbud Inhil Junaidy Ismail S.Sos M.Si tersebut dihadiri Kapolres Inhil yang diwakili oleh Kabag Sumda Kompol Rio JH Pardede beserta jajaran, Kabid Kepemudaan Disparporabud Inhil Andy Hirfandy ST MIP, dan para peserta bimbingan dan pelatihan. Kepala Disparporabud Kabupaten Inhil mengatakan, kegiatan itu diselenggarakan sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil yang diselaraskan dengan Polri, dalam hal ini Polres Inhil. "Atas nama Pemkab Inhil, saya mengucapkan terima kasih kepada Polres Inhil karena berkontribusi membantu mengembangkan potensi putra daerah dengan memberi kesempatan mengirim pada seleksi calon Bintara," kata Junaidy. Untuk itu, dia berpesan kepada para peserta untuk dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Walau waktu singkat, setidaknya kata Junaidy, menjadi bekal pada seleksi berikutnya. "Pengetahuan dasar inilah yang harus dikembangkan. Maka gunakanlah kesempatan ini. Harus fokus dan bersungguh-sungguh maka akan membuahkan hasil yang terbaik," pesannya. Pada intinya, Disparporabud Inhil berharap, bagaimana putra daerah mampu bersaing yang bisa menghasilkan kualitas terbaik. Sehingga dapat membanggakan bagi daerah Kabupaten Inhil khususnya, NKRI pada umumnya. Sementara itu, Kabag Sumda Kompol Rio JH Pardede juga berpesan, para peserta yang berjumlah 30 orang itu benar-benar mengikuti bimbingan dan pelatihan semaksimal mungkin. "Jangan hanya sebatas cari pengalaman. Namun dalamilah segala ilmu yang diterima nantinya. Tanamkan optimisme yang tinggi pada diri kita sendiri, bagaimana kita harus berhasil," tuturnya. Sekedar untuk diketahui, kegiatan pembukaan tersebut berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (Sumber : TransmediaRiau)

Baca Selengkapnya
Pantai Terumbu Mabloe Sangat Eksotis untuk Dikunjungi 🏷️ Pariwisata & Budaya
24 Mar 2021

Pantai Terumbu Mabloe Sangat Eksotis untuk Dikunjungi

Pukul 2 belum lama berlalu. Sinar matahari di Pantai Terumbu Mabloe siang itu serasa membakar kulit, begitu menyengat. Hanya deru angin yang sesekali hinggap dapat sedikit menyejukkan tubuh. Dataran yang menjorok ke arah laut dipenuhi cangkang kerang-kerangan, memberikan gradasi warna pada lantai monokrom. Tak jauh ke pangkal, pohon perepat (Sonneratia alba) dan pohon api-api (Avicennia germinans) tumbuh sesak menempa kesuburan, menepis kegersangan sebagian kawasan pantai dengan suasana lindap. "Di situlah yang mau ditanam bibit bakau," ujar Arfan, 29 tahun, sambil mengacungkan dagunya ke salah satu sisi pantai dengan penanda kayu kecil seperti ranting yang berjejer rapi di atas permukaan berlumpur. Tangannya lalu mengarah ke ujung hamparan lumpur. "Di sini memang banyak bangau kalau (air sungai, red) surut," kata Arfan menjelaskan keberadaan Bangau Bluwok (Mycteria cineria) di Pantai Terumbu Mabloe yang terletak di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kata Mabloe sendiri merupakan nama lain dari Desa Sungai Bela. Nama Mabloe diberikan oleh masyarakat Suku Duano yang pertama kali menemukan Desa Sungai Bela. Sehingga, Pantai Terumbu Mabloe dapat juga diartikan sebagai Pantai Terumbu Sungai Bela atau Pantai Terumbu Desa Sungai Bela. Masih di sekitar bagian pantai yang terik, berdiri sebuah bangunan mirip gazebo, namun masih sederhana digunakan sebagai tempat melepas penat perjalanan para pelancong. Gazebo berukuran sekitar dua kali dua meter itu terbuat dari kayu bakau yang disusun renggang. "Kalau air surut bisa main (sepak, red) bola di sana," ungkap Arfan yang lahir dan tumbuh besar di Desa Sungai Bela seraya menunjuk lokasi lain dari pantai yang berada di sebalik rerimbun pohon api-api (Avicennia germinans). Hari itu, rombongan wartawan lokal Kabupaten Indragiri Hilir sedang melakukan perjalanan wisata jurnalistik memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 yang jatuh tiap 9 Februari. Puluhan awak media, tak terkecuali Arfan diterjunkan untuk berlomba mengeksplorasi potensi Pantai Terumbu Mabloe, sebagai kawasan ekowisata andalan masyarakat Desa Sungai Bela. Di atas pantai berlumpur, sejumlah wartawan mencoba melakukan kegiatan Menongkah. Menongkah sendiri merupakan aktifitas yang dijalani masyarakat Suku Duano untuk mencari kerang menggunakan sekeping atau dua keping papan dan mengayuh dengan menggunakan tangan dan kaki. Mulanya, kegiatan Menongkah bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Suku Duano. Namun, Sejak 2017, Menongkah telah dikukuhkan oleh pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Tak Benda. "Satu, dua, tiga," kata salah seorang wartawan menggunakan pengeras suara memberikan aba-aba kepada para wartawan yang 'berlomba' Menongkah. Keseruan pun tercipta di sana. Tingkah para wartawan yang terjatuh kala menongkah mengundang gelak tawa wartawan lain yang menyaksikan di sepanjang bibir pantai. Alhasil, tak satu pun dari mereka yang mampu mendapatkan kerang dari kegiatan Menongkah itu. Hanya terlihat seperti berseluncur di atas lumpur. Padahal, sebelumnya beberapa orang masyarakat Suku Duano telah memberikan contoh bagaimana teknik Menongkah. Selesai dari situ, di pangkal pantai, tepatnya di bawah deretan pohon perepat yang tumbuh tak beraturan, baru saja dipasang spanduk berbentuk lingkaran bertuliskan Piak Duanu Lap Ne Dolak yang berarti "Takkan Duanu Hilang di Laut", menjadikan lokasi itu cukup instagramable bagi wisatawan mengabadikan momen. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olaharaga ,dan Kebudayaan Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidy S.Sos M.Si mengungkapkan, Pantai Terumbu Mabloe terbentuk dari cangkang kerang-kerangan. Kerang-kerangan diketahui berasal dari perairan Muara Lajau yang merupakan salah satu muara dari sungai Indragiri. Perpaduan antara pantai berlumpur dengan hutan Mangrove diharapkan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pantai yang hanya berjarak sekitar 5 menit dari bantaran Desa Sungai Bela jika menggunakan pompong--sampan atau perahu bermesin yang lumayan banyak digunakan di Kabupaten Indragiri Hilir. "Bagi kita dari sektor pariwisata, memang kita mengembangkan kawasan pesisir dalam satu konsep ekowisata," kata Junaidy yang turut serta mendampingi awak media di Pantai Terumbu Mabloe. Lokasi yang relatif dekat dari Kota Tembilahan--Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir--membuat Pantai Terumbu Mabloe begitu potensial dikembangkan dan menarik pengunjung. Untuk mencapai Pantai Terumbu Mabloe dari Kota Tembilahan menggunakan speedboat, hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Sayangnya, wisatawan hanya dapat berkunjung ke Pantai Terumbu Mabloe di waktu tertentu, yakni ketika air sungai surut. Pantai Terumbu Mabloe akan hilang dari pandangan sesaat setelah air pasang dan akan kembali muncul ke permukaan ketika air surut. Fenomena ini lah yang membuat sebagian dari kawasan pantai menjadi berlumpur. "Ini akan kita rancang pengembangannya. Kalau sudah kita tata, para pengunjung dapat rutin, misalnya di hari libur hadir di sini," tutur Junaidy. Selain masih alami, Pantai Terumbu Mabloe memiliki beragam jenis fauna, khususnya spesies burung yang tersebar di sekitar kawasan pantai. Hal tersebut dikarenakan Pantai Terumbu Mabloe merupakan persinggahan burung migrasi. Burung-burung migran itu umumnya berasal dari Asia Selatan. Namun, tak jarang juga berasal dari Australia dan Asia Timur. "Pantai ini juga termasuk sabuk hijau hutan Mangrove di pesisir pantai timur Sumatera," jelas Junaidy seraya mengatakan, kawasan Pantai Terumbu Mabloe dan sekitarnya termasuk ke dalam wilayah dengan sebutan Tanjung Bakung yang menjadi persinggahan burung migran di dunia berdasarkan pendapat para peneliti. Salah satu spesies burung migran di Pantai Terumbu Mabloe adalah burung Kedidi (Calidris). Burung Kedidi (Calidris) biasanya akan bermigrasi saat musim kawin. "Kalau salju besar Burung Kedidi juga akan migrasi dan bermain di sini (pantai, red)," ungkap Junaidy. Puas menyusuri pantai, berfoto dengan berbagai pose dan merasakan sensasi Menongkah yang menghabiskan waktu nyaris 2 jam, rombongan wartawan pun bersiap pulang. Mereka beringsut menuju dermaga yang terbuat dari kayu, layaknya dermaga darurat untuk datang dan pergi wisatawan. Setelah lima unit speedboat yang disediakan panitia menambat di dermaga, satu per satu peserta wisata jurnalistik beranjak naik dan meninggalkan Pantai Terumbu Mabloe untuk kembali ke Tembilahan dengan kehadiran seekor monyet di pinggir pantai yang seolah mengucapkan kalimat "sampai jumpa lagi". (Sumber: Porospro.com)

Baca Selengkapnya

Hotline Pariwisata Inhil

Online | Siap Membantu

Pusat Informasi & Layanan Wisata

Chat Whatsapp Sekarang